Saat akan terpejam, pintu tiba-tiba saja terbuka. Dela dan Ilham sontak melihat ke arah pintu.
Di sana, Pak Rasyid dan Bu Ningsih muncul dengan senyum di bibir keduanya.
Melihat itu, Dela malah semakin masuk ke dalam pelukan suaminya. Ilham hapir terjungkal karena Dela tiba-tiba saja memeluknya lagi dengan gerakan cepat dan tidak pelan juga.
“Dela kenapa, Nak?” tanya Bu Ningsih khawatir.
Bu Ningsih khawatir melihat Dela langsung pergi dan lari sambil menangis kemaren. Katanya anaknya akan mengabarinya namun ditunggu-tunggu tak ada kabar juga dari Ilham, ditelepon juga tidak diangkat. Tak hanya Ilham, Dela pun sama. Akhirnya Bu Ningsih menelepon teman Ilham, yaitu Didi. Didi yang memberi tahu kalau Dela masuk rumah sakit.
“Ibu,” kata Ilham susah menoleh ke arah Ibunya karena dipeluk