"Jean, lo tau ga apa yang bikin gue betah bertahan hidup sampe detik ini?" Tanya seseorang kepada 'Jean'.
Kemudian, yang dipanggil Jean menengok ke sosok yang bertanya. Lalu menjawab, "karna lo belum ketemu jodoh. Pasti sayang banget kan jodoh lo jadi janda sejak dini?"
Yang bertanya terkejut keheranan. Jean, menjawab pertanyaan tersebut dengan enteng dan sangat tidak berminat. Akan tetapi jawabannya sangat tepat.
"KOK TAU SIH?!" Tanyanya keheranan.
"Romeo, please deh. Lo basic banget kalo nanya. Coba gitu sekali-kali nanya yang ga basic," sahut Jean tanpa menoleh ke arah Romeo.
Tepatnya, Jean sedang menatap layar telepon pintar miliknya. Di sana terdapat banyak kata tersusun bersama dengan beberapa gambar. Mendapati hal itu, Romeo tersenyum kecut kemudian cemberut.
"Jean, kalo gitu gue mau tanya yang non basic deh," cicit Romeo sembari memeluk pinggang Jean yang ramping.
Jean mematikan handphonenya. Romeo Danver memeluk dirinya? Itu adalah kejadian serius. Karena, pacarnya yang sangat tampan ini jarang memeluknya di luar waktu tidur seperti sekarang. Bukannya tidak pernah, akan tetapi hanya satu-dua kali ia memeluk Jean tanpa alasan khusus.
Mengetahui tabiat itu, Jean mengelus rambut Romeo dan bertanya, "kamu mau tanya apa sayang?"
Romeo hanya tersenyum lebar sambil berkata, "hehe, tapi jangan marah ya?"
"Aku ga marah asal kamu bukan nanya buat minta putus, atau hal jelek lainnya buat hubungan kita. Kamu tau aku susah di dapetin, jadi jangan ditinggalin, oke?"
"Bukan, Jean, bukan itu. Aku cuma mau tanya, apa kamu pernah mikirin hidup tanpa pernah ketemu aku dan bukan jadi pacarku?"
Jean langsung berhenti mengelus kepala Romeo untuk sesaat. Dia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu. Namun suara tak kunjung keluar meski sudah berkali-kali membuka mulunya.
"Berat ya pertanyaanku? Yaudah, maaf, jangan dijawab kalo gitu, lanjut cuddling aja sampe pagi mau?"
Jean mengangguk akan tawaran menggoda dari Romeo. Dan mereka berpelukan sembari membicarakan banyak hal hingga fajar meninggi.
Di dalam hati, Jean bertekad.
"Romeo, janji aku di hari yang sama ketika kamu nembak aku untuk terakhir kalinya adalah, ga akan pernah buat kamu sedih sekecil apapun itu selama kamu ada di sisiku. Jangan pergi jauh dari aku, karna aku cuma bisa bahagiain kamu kalo kamu ada di sisi aku. Begitu kita jauh, ga ada kata kembali dan bahagia dari hidup kita berdua."
Romeo mencubit pipi Jean, "ngelamunin apa sih lo?"
"Gue mau lo janji, buat terus baik-baik aja selamanya. Jangan jauh dari gue, jangan tinggalin gue, terus di sisi gue sampai kita ada di akhir umur tua nanti, oke?" Pinta Jean dengan wajah serius.
Romeo, yang diminta berjanji, terdiam sejenak. Ia mengamati dalam-dalam raut wajah pacarnya. "Iya, aku janji Jeanette," jawabnya dengan tegas.