Aku langsung berdiri dan langsung keluar untuk melihat kondisi sekitar. Hal pertama yang kudengar adalah tawa keras dari kuntilanak tapi aku cari-cari sumber suaranya nggak ada.
Aku berputar-putar mencari sosoknya. Tapi nggak ada siapapun bahkan satu hantu pun nggak ada. Lalu waktu mendongak aku melihat kuntilanak itu berdiri di atas pohon dengan berpegangan pada batang pohon.
Kuntilanak itu tiba-tiba melepaskan pegangan lalu terbang ke arahku. Bikin aku spontan menunduk biar nggak kena.
Aku memutar badan biar tetap posisi berhadapan. Dia langsung terbang mendekatiku dan menyabetku dengan bajunya yang berwarna putih yang panjang.
Rambut kuntilanak itu acak-acakan dengan lingkaran hitam seperti panda. Bibirnya seputih kulit. Iris matanya hanya berupa satu titik di tengah bagian putih