Aku mempertajam pendengaran agar bisa tahu suara apa yang kudengar dari dalam gua. Apakah hantu atau malah anak-anak itu yang sedang ada di dalam. Kuharap ini sebuah berita baik, karena sejak tadi atau mungkin kemarin, kita seperti di-prank sama siapapun penghuni tempat ini.
Aku berharap anak-anak itu ada di dalam jadi bisa kami selamatkan.
Peter menyalakan senter lalu masuk ke dalam gua. Memeriksa dengan senternya dari dinding kanan dan kiri secara bergantian.
Aku berjalan di belakangnya dengan jantung berdebar-debar. Harap-harap cemas tapi sekaligus takut kalau hasilnya zonk atau malah lebih buruk lagi, bisa saja ada siluman atau semacamnya di tempat ini.
Apapun bisa terjadi di dunia lain di dimensi ini.
“Kalian mau kemana? Hati-hati!” perintah Pak Wanto yang nggak bisa kemana-mana