Aku mengembuskan napas berat waktu tahu ternyata shootingnya di rumah. Kalau tahu dari awal ngapain juga ke salon. Yang ada malah buang-buang duit dan waktu.
“Pemain utamanya sudah datang,” teriak orang yang membawa lampu yang kini meletakkannya di depan pagar rumah.
Semua orang melakukan pekerjaannya secar professional, bahkan ada sutradara yang sedang duduk di depan layar kecil sambil mengamati latar tempat yang dijadikan tempat shooting yang nggak lain adalah teras rumah.
“Settingnya selain di teras, juga di areal pemakaman. Talent hantu sudah siap kan?” tanyanya kepada seorang pria yang merupakan asistennya.
“Lebay banget nggak sih,” gumamku karena ini shooting buat yotube dimana semua orang bisa membuat video lalu menguploadnya. Nggak peduli apakah shootingnya pakai kamera beneran