“Telepon terus!” ledekku waktu melihat Bapak yang lagi teleponan sama Bu Rahayu. Meskipun nggak mendengar suaranya dan nggak melihatnya secara langsung, tapi itu gampang diketahui dari gaya bicaranya yang lembut dan wajahnya yang sumringah.
Melihatku, Bapak malah berpaling muka. Ya, ya, aku memang obat nyamuk buat mereka berdua. Jadi wajar kalau aku dicuekin, bahkan diusir apalagi digeplek pun wajar.
Aku hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala karena tingkah Bapak yang semakin hari semakin agresif ke Bu Rahayu.
Bapak melambaikan tangan buat mengkodeku biar nggak mengganggunya, sementara dia malah menjauh sambil tertawa entah apa yang dibicarakan mereka berdua.
Steve datang dan langsung mencium pipiku, bikin aku punya ide buat sengaja manas-manasin Bapak biar makin pengen kawi