“Apa yang kalian lakukan?” tanyaku dengan nada tegas.
Sekarang perempuan mana yang bisa tahan melihat suami di pelukan cewek lain, apalagi masih bocah seperti dia.
“Honey! Dia mimpi buruk,” kata Steve terlihat gelagapan, seperti pencuri yang ketangkap basah.
“Oh, mimpi buruk?” tanyaku tapi dengan nada setengah menyindir, sengaja aku menunjukkan sikap nggak percaya sesuai dengan apa yang kurasakan.
“Iya, Kak. Aku mimpi ketemu penguntit itu. Mimpinya seperti nyata banget,” ujarnya masih sesenggukan.
Terus aku kudu percaya gitu?
Aku jadi mulai meragukan cerita soal penguntit itu. kalau dipikir-pikir, cewek mana sih yang nggak klepek-klepek sama muka Steve yang gantengnya di atas rata-rata. Apalagi sekarang semakin usia bukannya makin jelek malah makin mempesona.
“Makanya kalau mau tid