“Jadi … kejadiannya itu sekitar dua bulan yang lalu, namanya itu Mas Parto. Dia Office Boy di sini. Beliau itu usianya sudah sekitar lima puluh tahunan, tapi masih keliatan segar dan sehat-sehat aja. Seingat saya, beliau juga kerja di sini udah lama, sekitar sepuluh tahun. Jadi, dia udah hapal banget karyawan di sini kalau sarapan maunya apa, kebiasaan mereka kalau di kantor gimana, dan lain-lain, deh. Dia bahkan nggak mau dipanggil bapak walaupun usianya jauh lebih tua daripada saya. Dia kerjanya juga ulet dan rajin. Saya suka sekali dengan pekerjaan beliau di sini.”
Aku dan Peter duduk bersama di ruang sofa yang dimiliki oleh Bapak Bambang selaku pemilik dan pemimpin perusahaan dari kantor percetakan X ini. Kulihat wajahnya memang terlihat sedih dan bingung di saat yang bersamaan. Seper