Waktu aku, Dimas dan Steve keluar, Reno, Bu Rahayu dan Bapak sudah nggak tahu dimana. Mereka seperti hilang ditelan bumi. Aku pun berlari ke tengah halaman biar bisa melihat ke segala penjuru arah, begitu juga Dimas dan Steve yang juga ada di tengah halaman.
“Mereka dimana?” tanya Steve sambil memutar badan sekali lagi.
Dimas menunjuk ke arah paviliun rumah yang ada di sebelah rumahnya. “Mereka disana!” ujarnya sambil berlari ke rumah yang pintunya setengah terbuka itu.
Lampu rumah menyala dan mati seperti lampu disko waktu aku masuk ke dalam rumah itu. Dimas membuka pintu kamar yang ada di samping ruang tengah, tapi dia menggeleng sambil menutupnya.
“Kamu yakin dia disini?” tanyaku sementara Steve sedang memeriksa semua ruangan.
Dimas memandangku lalu menganggukkan kepala dengan yak