"Ya ampun, Mbak Bunga! Udah baikan, Mbak?"
Dari ekspresi dan nada bicara Pak Juli, aku bisa melihat kebahagiaan serta kecemasan di saat yang bersamaan. Matanya yang kelihatan kecil itu memandangiku dari ujung kepala, sampai ujung kaki. Aku seperti sedang dirazia oleh polisi. Tapi setelahnya, dia kembali menjadi Pak Juli, sang pemilik rumah yang tengah khawatir akan terror hantu di perkomplekan rumahnya.
"Saya khawatir banget kemarin dengar Mbak Bunga pingsan di komplek ini," lanjutnya dengan nada menyesal.
"Saya tunggu di rumah, kok nggak datang-datang. Eh, pas saya nelpon Mas Steve, ternyata Mbak Bunga udah di jalan mau ke rumah sakit,” ujar Pak Juli.
Aku melihat Steve, lalu berpindah kepada Pak Juli yang kini mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna biru. Motif dan warna pakaiannya it