Ini namanya modal nekad. Siapa suruh Kalina menonaktifkan ponsel, hingga dirinya mau tak mau ya harus mengikuti saran yang diberikan Zean. Menemui dia langsung.
Pagar setinggi dua meter dibukakan oleh pak satpam, ketika tahu jika dirinya yang akan masuk. Sudah ia bilang, kan, kalau dirinya keluar masuk ke rumah Kalina sudah beberapa kali. Toh dia juga sahabat adiknya, jadinya ya berasa sudah kenal.
Turun dari mobil, disambut oleh Pak satpam yang membantu membukakan pintu mobil.
“Pak, Kalina ada di rumah, kan?”
“Ada, Den. Kayaknya di teras belakang deh tadi,” jelas laki-laki paruh baya itu.
“Tante Alya?”
“Pergi, Den. Beliau bilang mau ke rumah sakit, jengukin Non Eren.”
Dahi Ken berkerut, ketika waktu seolah sedang mempermainkan. Padahal ia sudah mempersiapkan mentalnya menemui ora