Matew bersama Winata Yoga pergi menemui Jendral Hasanudin di tempat yang telah mereka sepakati. Pertemuan yang bersifat rahasia itu sangat tertutup karena Winata Yoga tidak ingin pertemuan petinggi kepolisian itu sampai bocor dan membuat rencananya gagal. Winata Yoga sudah menyiapkan ancang-ancang untuk membuat Adi Putro dan putranya merasakan dinginnya jeruji besi sebagai imbalan apa yang telah mereka lakukan. Melakukan bisnis kotor dan menghilangkan nyawa orang tanpa ampun. Membuat beberapa keluarga mereka menangis karena kehilangan. Semua tinggal menunggu waktu dan Adi Putro akan menerima balasannya.
Arsen yang sejak pagi masih berada di dalam ruang control di pavilun masih memantau layar monitor yang menunjukkan beberapa sudut kediaman Winata Yoga. Ia hanya ingin memastikan keamanan