Menurut informasi, Ji Yuan adalah gadis yang pemalu dan pendiam. Dia tidak banyak bicara juga tidak banyak mengeluh. Bertemu dengannya kali ini benar – benar membuka matanya. Dia tidak seperti apa yang disebutkan orang – orang disekitarnya. Kebanyakan kata yang diucapkanya selalu menyiratkan penghinaan dan pengabaian diri, seolah-olah dia acuh tak acuh terhadap segalanya.
Ji Yuan hanya mengangkat kepalanya dan meliriknya, "Bukankah Jenderal Chu Zhao juga berbeda dari apa yang dirumorkan?" Ji Yuan berkata sambil mengulurkan jarinya, dia menyodok tempat perban baru saja diikat. Sedikit menggaruknya.
"Begitukah?!"
Chu Zhao segera menjadi kaku, dan tangannya di sandaran tangan kursi secara tidak sadar terkepal erat, dan wajahnya sangat menyakitkan sehingga dia terpelintir.
Tanpa menunggu dia marah, Ji Yuan terus berkata, “Jelas, rumor bilang dia sangat bertanggung jawab, melindungi dan kesatria. Tapi rumor itu tidak mengatakan jika dia itu lambat. Dan tidak bisa melihat serangan musuh lebih awal.”
Chu Zhao, yang mendengar ucapannya, langsung malu dan marah, tetapi melihat kasusnya, Ji Yuan memang seharusnya masih tanggung jawabnya. Dia yang membawanya ke sini. Jadi perkataannya tidak sepenuhnya salah. Lagipula Ji Yuan juga baru saja terluka kakinya, jadi tidak peduli seberapa besar amarahnya, dia hanya bisa menahannya.
"..." Chu Zhao meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apapun.
Ji Yuan melihat ke pintu kamar yang tertutup dan tersenyum. Apa itu God of War yang tak terkalahkan? Bukankah itu hanya anak yang keras kepala?
Tak lama seorang gadis cantik dan cekatan masuk ke dalam. Memperkenalkan diri seraya mengobati dan membalut kembali lukanya. Ji Yuan menyukainya hasil kerjanya. Dia sepertinya tahu apa yang dia lakukan, dia juga bekerja dengan dengan cepat dan cekatan.
Ji Yuan memandangi wajahnya, dia dapat melihat ada kecantikan seorang Song Yaoyi disana dan dia juga memiliki hidung yang sama dengan Chu Zhao.
“Apakah kamu merasakan sakit ditempat lain?” Suara lembut mengalun dari bibir gadis cantik itu. Aahh, Ji Yuan merasakan sedikit iri memikirkannya. Bagaimana ada seorang gadis yang begitu menawan. dia berkemampuan juga sangat cantik rupawan.
“Tidak…” Jawab Ji Yuan pelan.
“Boleh aku memeriksanya?” Tanya Chu Yaoyao lagi. Wajahnya menampakkan keseriusan.
“…” Ji Yuan hanya memandang Chu Yaoyao dengan tatapan bingung apa yang akan dilakukannya?
"Aku hanya akan melihat jika ada perubahan warna pada kulit mu." Chu Yaoyao menjelaskan. Dia tidak bermaksud menakuti Ji Yuan.
Ji Yuan mengangguk dengan ragu - ragu.
**
Chu Yaoyao selesai merawat lukanya. Dia keluar ruangan setelah memberikan Ji Yuan semangkuk obat untuk menambah darah. Dia sudah menaburkan bubuk anti bakteri untuk lukanya. Tetapi dia melihat keanehan pada lukanya tadi. Dia telah mengambil sedikit sampel luka untuk dibawa ke Nenek Jiang. Chu Yaoyao merasakan ada yang aneh pada lukanya.
Di luar kamar, Song Yaoyi dan kakak keduanya telah menunggu dengan cemas. Ibunya tidak berhenti mondar – mandir di depan kamar yang ditempati Ji Yuan. Chu Yaoyao merasakan sedikit mengganjal dihatinya. Mengapa Ibunya sampai seperti itu? apakah Ibunya sudah mengenal gadis yang didalam? Mengapa dia tidak tahu mengenai ini? Apakah dia yang terlalu sibuk belakangan ini?
“Ibu…” Ch Yaoyao memanggil Ibunya pelan.
“Bagaimana? Apakah lukanya parah?” Tanya Song Yaoyi yang terlalu bersemangat menurut Chu Yaoyao.
“Heemm… Tidak terlalu parah. Hanya saja… ada sedikit keanehan pada lukanya. Aku melihat ada bintik – bintik merah pada sekitar luka. Aku belum pernah melihat hal seperti ini pada luka. Hanya pada bagian lukanya saja bintik - bintik itu muncul. tidak pada bagian lain. Aku curiga ada sesuatu…” Jawab Chu Yaoyao.
“Benarkah?” Song Yaoyi terlihat kaget dan pucat.
Chu Yaoyao semakin mencurigai Ibunya.
“Apa maksudmu dia diracuni? Mungkinkan pedang yang membuatnya luka sudah diberikan racun?” Chu Zhao sudah berkecimpung lama dalam dunia kejam seperti peperangan. Dia dapat membayangkan hal – hal kejam yang dilakukan oleh seseorang.
“Mungkin, aku tidak belum dapat memastikannya kakak. Aku akan bertemu dengan Nenek Jiang untuk membicarakan mengenai ini.” Chu Yaoyao menjawab.
“Heem. Pergilah.” Jawab Chu Zhao. Dia pun meninggalkan Chu Yaoyao dengan Ibunya dan pergi ke ruang kerjanya dengan Wang Yi’An.
Chu Yaoyao semakin merasakan ada sesuatu dengan gadis di dalam.
“Ibu…” Chu Yaoyao mencoba menanyakan pada Ibunya.
“Kamu segeralah bertanya pada Bibi Jiang. Coba diskusikan dengannya dan cari pengobatan untuknya.” Song Yaoyi memegang tangan Chu Yaoyao dan menariknya keluar rumah itu.
“Semakin cepat semakin baik.” Ucap Song Yaoyi.
“Ibu tapi siapa dia? Mengapa…” Chu Yaoyao mencoba bertanya pada Ibunya.
“Nanti Ibu akan memberitahukanmu. Selamatkan Ji Yuan dulu…” Song Yaoyi menepuk tangan Chu Yaoyao dengan sayang.
Chu Yaoyao mengangguk, dia berjanji akan menagih penjelasan dari Ibunya. Lalu bergegas menuju halaman Nenek Jiang tinggal.
Song Yaoyi menghela nafas dan berbicara pada Dongmei.
“Dongmei, biarkan Lubuo memberikan kabar pada Jendral Agung, aku akan tinggal di halaman Bangongshi.” Perintah Song Yaoyi pada Dongmei.
“Baik Nyonya.” Dongmei segera mengangguk dan pergi menjalankan perintah.
**
Sampai jam delapan malam, setelah mengetuk pintu beberapa kali dan tidak ada yang menjawab, Chu Zhao membuka pintu, dan dia melihat Ji Yuan berbaring di tempat tidur sekilas.
“Nona Ji? Ji Yuan?” Chu Zhao memanggil beberapa kali dan masih tidak dijawab, akhirnya dia memutuskan masuk lebih dalam.
Segera Chu Zhao menemukan bahwa wajah Ji Yuan memerah secara tidak normal, dan seluruh tubuhnya tampak sedikit basah karena keringat.
Chu Zhao membuka selimut dan melihat kaki Ji Yuan bengkak, terutama bagian kakinya yang terluka.
Secara visual, lukanya terlihat terinfeksi. Chi Zhao membungkuk dan memeriksa dahi Ji Yuan, setengah dari wajahnya yang cantik tenggelam di bantal, dan sudut wajahnya tidak lagi begitu dingin, tetapi sedikit lebih hangat.
Ini sedikit panas, dan Chu Zhao terkejut dengan suhunya.
Tepat saat dia menarik tangannya, Ji Yuan, yang memejamkan mata, tiba-tiba meraih jari Chu Zhao, yang satu memegang jari telunjuknya dan yang lain memegang jari kelingkingnya, seperti anak kecil yang memegang jari orang dewasa. Dan kemudian tanpa sadar mengusap dahinya ke atas dengan tangan Chu Zhao.
"Ayah~ Yuan sangat tidak nyaman..."
Chu Zhao mengangkat alisnya, suaranya sangat rapuh sehingga dia tampaknya sangat kesakitan. Dia lemah seperti kucing kecil yang rapuh yang bertingkah seperti bayi, dan itu sangat menyedihkan sehingga menggaruk hatinya.
***