tak terasa waktu berjalan dnegan cepat,sudah enam bulan berlalu sejak kejadian menegrikan itu,ranti hidup dnegan baik di desa,menikmati waktunya dnegan tenang,namun tetap memantau perusahan milik ayahnya yang kini telah ia rebut dari tangan sang paman,sang paman terus menerus mengerahkan orang untuk untuk mencari keberadaannya,dari detektif handal hingga pembunuh bayaran yang sangat di kenal di kalanagan dunia hitam,namun mereka tetap tak bisa menemukan keberadannya,ia tahu ada seseoarang yang berusaha melindunginya secara diam-diam,hingga detik ini ia tak tau siapa yang telah melakukan tidakan itu,
sosok misterius ini pastilah bukan orang smebarangan,bukan hal yang mudah untuk menghadapai deat rose,pembunuh bayaran yang di kenal sangat kejam dan tidak pandangan bulu siapapun korbannya,asalkan pihat tersebut mendapatkan uang,ranti merenung cukup lama di depan hamparan bunga matahari,walaupun tidak mekar,tapi amsih tetap indah di pandang
sementaar di ibu kota,di sebuah rumah yang mewah,seoarang lelaki paruh baya menata bawahannya dnengan tatapan yang tajam,tanganya mengepal erat,ia membanting cangkir di meja kearah bawahannya yang tenagh berlutut,
"dasar bodoh,mencari gadis lemah saja kalian tidak becus!!!!!!!"ucap adinata murka
"maaf tuan,tapi sepertiya ada yang melindungi gadis itu,karena kami bahkan tekah meminta pembunuh deat rose,namun tak berhasil juga"sahut salah satu pengawal
"bahkan deat rose gagal??"tanya adianta geram
"benar tuan"sahut mereka serempak
"siapa yang melindungi gadis sialan itu?"tanya adianta geram
"mungkinakah itu ucup tuan??"tanya salah satu pengawal
"tidak mungkin orang tua itu,saya menaroh mata-mata disekitar desanya,dan selama ini mereka tidak pernah terlihat bersama,itu artinya bukan ucup yang membantu gadis sialan itu melariakan diri"sahut adianata tenang
"kalau bukan tua bangka itu,lalu siapa lagi??"tanya sang istri yang baru saja bergabung di ruang tamu
"belum ketahuan nyonya"sahut pengawal
"mungkin salah satu pengikut aryo"ucap adianata datar
"kalian sudah mencari kerumah orang tua dewi??"tanya wanita paruh baya dnegan dandannan yang glamor
"sadah nyonya tapi kami tidak menemukan apappun"sahut salah satu pengawal
"apa kau pikir aku tidak akan mencarinya kesana lebih dulu,sebelum menyelidiki si tua bangka itu??"tanya adinata kesal
"mungkin saja,kau kan sangat mencintai dewi si jalang itu!!!!!!!"sahut mia istri dari adianata
"jaga mulutmu mia,atau saya akan merobeknya!!!"ucap adianata datar
"lebih baik fokus cari gadis sialan itu,dari pada kau sibuk mencaci maki saya"sahut mia sinis
mia menatap datar sang suami,ia tau dnegan jelas watak lelaki di hadapannya itu,bagiamanpun ia menikahi monster itu dua puluh tahun lamanya,ia juga tau alasan lelaki itu menikahinya bukan keran cinta,melainkan dukungan dari kedua orang tuanya,agar ia bisa mewarisi harta orang tua angkatnya,
ia juga tau alasan ia membunuh adik angaktanya,pewaris sah dari artajaya grup,bukan semata demi perusahan dan kekayaan,tetapi karena wanita yang ia cintai,lebih memilih menikahi sang adik,kemyataan pahit itu tak bisa ia terima,untuk itulah ia membunuh adiknya,serta orang yang telah membesarkannya,dengan cara yang keji,
mia mendegus dingin,lalu pergi dari ruang keluarga dnegan santai,ia tak ingin terlibat dnegan urusan perusahan,baginya cukup hidup tenang dan menjadi nonya rumah yang kaya raya,cinta??ia tak membutuhkannya sama sekali,ia pernah mencinatai lelaki itu namun perasaannya yang tulus ,di hancurkannya beulang ulang ,bahkan lelaki itu memandangnya rendah hanya karena ia mencintainya,sejak saat itu ia tak lagi perduli ,asalkan ia tetap menajdi nyonya rumah,ia tak masalah sang suami mencintai wanita lain di luar sana,
"mamah barantem lagi sama papa??"tanya seoarang gadis cantik dnegan gaun birunya,
"tidak anita kau sudah pulang??tumben??"tanya mia lembut menatap putri semata wayanngnya itu
"lagi gak ada kelas mah,jadi pulang cepat,oh ya mah ulang tahun aku kali ini mamah bakal undang dia kan??"tanya anita manja
"kalau itu nanti coba kamu tanya sama papamu ya"ucap mia lembut
"mah aku ingin menjadi istrinya,apapun yang terjadi dia harus menjadi milikku mah!!!"ucap anita merajuk
"iya mamah pasti akan usahakan ,bahwa hanya kamu yang akan menjadi istrinya"ucap mia meyakinkan sang putri
"mamah memang yang terbaik"ucap anita bergelayut manja di tangan sang ibu
"kalau begitu aku mau ketemu papa dulu,dah mah"ucap anita girang
anita berjalan dnegan langkah yang tenang menuju sang ayah,begitu melihat snag ayah tengah sibuk,ia duduk dnegan senyum manis membawakan minuman hangat untuk sang ayah,
"papa sibuk banget ya??"tanya anita manja
"ada apa kesayaangan papa??"tanya adianata lembut
"pah aku ingin minta sesuatu,boleh??"tanya anita manja
"mau minta apa sayang??"tanya adianata
"pah temen-temen aku udah ada yang nikah,ada juga yang udah di jodohin sama keluarganya,"ucap anita lembut
"jadi putri papa ingin di jodohkan???lelaki mana yang begitu beruntung itu di sukai oleh putri papa ini??"tanya adianta mengoda sang putri,usia sang putri memang sudah pas untuk menikah,namun ia belum memiliki calon yang tepat,untuk putri kesayangnya itu,
"kaisar al kahfi"ucap anita lirih ,pipinya merona merah menyebut nama lelaki yang begitu ia cintai itu
adianata tersenyum kecut,mendengar nama yang di sebut sang putri,ia tertegun sejenak,tak tau harus berakata apa,walaupun ia cukup berkuasa,tapi lelaki itu bukan lah orang yang bisa di usik sembarangan ,masalahnya adalah karakternya sangat kuat,jika dia tidak ingin berhubungan dnegan orang lain,maka sepuluh gunung emas pun tak akan mengoyahkan pendiriannya itu,
"papa gak suka dengan pilihanku??"tanya anita llirih
"bukan tidak suka,tapi kaisar itu sulit"sahut adianata tenang menatap sang putri
"apa benar-benar tidak bisa??papa tidak bisa mengusahakannya??papa sangat berkuasa kan??"tanya anita dnegan mata yang berkaca-kaca
"keluarlah dulu,papa akan pikirkan caranya"ucap adianata menghibur putri kesayagannya
setelah sang putri keluar,adianata merenung cukup lama,sebenranya bukan hanya sang putri,namun ia sendiri pun mengincar kaisar,untuk menjadi pedukungnya,namun lelaki muda itu,sangat susah di taklukan,jangan kan wanita,harta dan kekuasaan tak bisa membuatnya goyah sedikitpun,ia benar-benar pusing di buatnya,belum lagi dia tak bisa menemukan kelemahan nya ,
"tuan saya membawa berita tentang ranti aninditha"ucap sosok berbaju hitam
"kalian sudah menemukannya??"tanya adianata semangat
"benar tuan saat ini,gadis itu masih tinggal di ibu kota"ucap sosok ittu memberikan dokumen
adianata membaca laporan itu dnegan cermat,ia mendegus dingin,
"gadis itu selama ini berada di dekat kia,namun kita tak bisa menemukannya dnegan mudah,siapa yang melindungi gadis sialan itu??"tanya adianata datar
"itu kami belum menemukan inforasi yang akurat tuan,sosok itu sangat misterius dan sangat hati-hati,kami bahkan tidak menemukan jejaknya sama sekali"ucap sosok berbaju hitam itu
"tidak di temukan jejak apapun??"tanya adianata heran
"benar tuan,tapi kai akan tetap mencarinya dnegan cepat"ucapnya lagi
"temukan sosok itu hidup atau mati!!!!!!!bawa kehadapanku!!"ucap adianata datar penuh emosi
sosok itu hanya menganguk dan segera pergi,meninggalkan adianata sendiri,sementara di tempat lain,sosok tampan dnegan topeng peraknya,tengah asik menikati minumannya dnegan tenang
"tuan kami sudah berhasil mengecoh mereka,masuk kedalam sarang,kemungkinan sebentar lagi rubah tua itu akan terpancing "ucap pemuda dengan percing di allisnnya,
"hemmm lakukan sesuai rencana"sahut lelaki bertopeng itu dnegan tenang.............................