Nayla meruapakan gadis 18 tahun yang baru lulus sekolah menengah atas namun sayang nayla tak dapat meneruskan pendidikannya hingga perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi, dan ayahnya pun sudah sakit sakitan sehingga nayla memutuskan untuk bekerja, menerima ajakan Delia untuk bekerja dicafe tempat delia bekerja. Delia merupakan sahabat baik nayla semenjak sekolah menengah atas dahulu delia pula yang sering menolong nayla ketika ia tidak diberi makan atau uang jajan oleh ibu tirinya. delia yang lebih dulu bekerja dicafe mengajak nayla yang sedang kesusahan mencari kerja karena kebetulan dicafe tempat delia bekerja sedang ada lowongan.
nayla merasa sedih dan bingung karena ditagih oleh rentenir sedangkan ia tak memiliki uang bahkan ayahnya pun sudah mulai sakit sakitan karena terlalu bekerja keras dan pusing menghadapi gaya hidup istri dan anak bungsunya yang boros tidak sesuai kemampuannya.sudah sering kali nayla mengingatkan adik dan ibunya supaya bisa menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan namun daripada menuruti atau sekedar mendengarkan ibu dan adiknya justru menyerangnya habis habis habisan bahkan tidak jarang mereka menyakiti nayla jika sampai tersinggung oleh ucapan nayla atau keinginan mereka yang tak terpenuhi.
keesokan harinya nayla memutuskan untuk menghubungi delia untuk menanyakan kabar lowongan pekerjaan yang delia tawar tempo hari. hallo del bagaimana kabar o iya del bagaimana pekerjaan yang kamu tawarkan padaku tempo hari apakah masih bisa aku tempati, ujar nayla. oh iya nay masih bisa kalau kamu minat besok pagi langsung saja datang ke cafe tempatku bekerja nanti aku antar kamu ke bos aku, ujar delia. oke deh aku besok langsung kesana del makasih infonya del, ujar nayla. sama sama nay kaya sama siapa saja kamu.
keesokan harinya nayla pagi pagi sudah bangun dan bersiap siap untuk pergi ke cafe tempat delia bekerja. TUmben pagi pagi udah rapih mau kemana kamu, ujar bu mentari. aku mau mencari kerja bu, ujar nayla. baguslah kamu sadar diri mencari uang karena ayahmu sudah sakit sakitan sehingga uangnya yang dihasilkannya pun sedikit karena orang tidak mau mempekerjakan orang yang sudah sakit sakitan seperti bapakmu, ujar bu mentari. iya bu aku akan membantu sekuat tenagaku, ujar nayla. baguslah cari uang yang banyak biar kita tidak lagi hidup miskin. ujar bu mentari. iya ibu ya sudah aku pamit berangkat bu Assalamualaulikum... ujar nayla. waalaikum salam sahut bu mentari.
sesampai dicafe nayla disambut oleh delia. Assalamualaikum del, ujar nayla waalaikumsalam nay sahut delia. gimana nay sudah siap, ayo aku antar kamu ke ruang tunggu karena bos belum datang.ujar delia. iya terima kasih del kamu sudah sangat baik sama aku ujar nayla, ngga apa apa nay kitakan sahabat sudah seperti sodara selama aku bisa bantu kamu aku akan selalu bantu, y sudah nay aku kedepan dulu g enak sama yang lain nanti aku disangka malas, ujar delia.
ketika sedang duduk menunggu tiba tiba datang seorang pria tampan dengan wajah sedingin kutub es utara lalu ia masuk keruangan bos seketika nayla kaget jadi bosnya masih sangat muda dan tampan sekali. beruntung sekali mereka orang kaya bisa sukses diusia muda dan sudah pasti banyak wanita wanita yang cantik pasti antri ingin jadi istrinya. silahkan masuk suara dari dalam nayla langsung berdiri dan masuk keruangan bos ketika sudah masuk tubuh nayla seketika membeku melihat wajah dingin sang bos. silahkan duduk ujar rayhan. iya terima kasih pa namamu siapa saya nayla pa ujar nayla. ketika selesai interview nayla dipersilahkan pulang dan datang esok hari untuk bekerja karena jika langsung bekerja belum bisa langsung ditraining.allhamdulillah selesai juga dan akhirnya besok aku bisa mulai bekerja aku bisa membantu ayah membayar hutang hutangnya.
keesokan harinya nayla mulai bekerja sebagai kasir dicafe hari pertama bekerja nayla sudah langsung paham bagiannya karena nayla sekolah kejuruan jadi nayla sedikit banyak sudah belajar disekolah mengenai komputer jadi bukan hal yang sulit untuk nayla ditempatkan dibagian kasir, saat makan siang nayla membawa bekal dari rumah karena jika harus membeli makanan diluar uang nayla tidak akan cukup sehingga ia harus berhemat.ketika akan mulai makan delia menghampiri nayla hai nay kamu bawa bekal nay, ujar delia. iya del mari makan bareng aku bawa banyak del sahut nayla. tidak usah nay aku juga bawa bekal dari tadi ibuku membuatkan nasi goreng buatku nay ujar delia. o ya sudah ayo kita makan sama sama. bagaimana hari pertamamu nay apa ada kesulitan ujar delia. alhamdulillah semua lancar del o ya syukur kalau begitu berarti kamu betah dong disini. betah del alhamdulillah. o ya nanti kita pulang bareng ya nay aku sudah lama ngga pulang bareng kamu semenjak keluar sekolah kita sambil ngobrol ngobrol ya nay, ujar delia. iya nanti kita pulang bareng ya.
dua minggu sudah nayla bekerja dicafe milik ibunya rayhan, nayla selalu bekerja dengan semangat apalagi hari ini pemilik cafe aku mengunjungi cafenya karena sudah lama bu salsa tidak pernah mengunjungi cafe karena harus operasi gagal ginjal jadi selama bu salsa di operasi urusan cafe diserahkan kepada rayhan bukannya rahan tidak ada kerjaan tapi adik adiknya enggan diminta mengawasi cafe milik ibunya itu sehingga mau tidak mau rayhan dengan kesibukan yang padat dan harus mengurus wijaya grup milik kaluarganya. rayhan adalah pria berusia 31 tahun anak sulung keluarga wijaya ayahnya bernama bapak guna wijaya dan ibunya salsa wijaya rayhan memiliki dua orang adik yakni kaisar arga wijaya dan allisa hardianti wijaya. kaisar juga yang mulai mengikuti jejak sang kaka untuk terjun ke dunia bisnis.
pa saya mohon kami agar diberi waktu lagi untuk membayar hutang saya pasti akan membayar hutang hutang saya secepatnya ujar pa lukman ayah nayla. halah akan kau bayar pake apa hutang hutang kau sudah sering saya memberi waktu api kau semakin tak tahu diri seenaknya saja engkau minta waktu lagi, sudahlah kalau kua tidak bisa bayar lebih baik kau pergi dari sini biarkan rumahmu saja yang dijadikan jaminan, ujar pa rahmat. tapi pa jika saya pergidari rumah ini mau tinggal dimana saya dan keluarga saya ujar pa lukman sambil menangis. itu bukan urusan saya mau dimana kamu tinggal saya tidak peduli, sahut pa rahmat.
nayla yang baru datang langsung memeluk pa lukman yanh sedang menangis sambilbersujud dikaki p rahmat untuk memohon keringanan dari pa rahmat. Nah ini anak gadis kau rupanya sudah besar dan cantik pula boleh juga jika aku jadikan istri ujar pa rahmat kepada nayla. nayla tidak merespon ucapan rentenir itu ia hanya menunduk sambil menangis lalu ia mengangkat wajahnya pa tolong kami beri waktu lagi sampai aku gajian ditempat aku bekerja saya akan membayar hutang bapa saya, ujar nayla. ha ha ha nay nay gaji kamu itu tidak akan cukup untuk membayar hutang bapamu bahkan untuk membayar bunganya saja tidak akan cukup lebih baik kau menikahlah denganku nay maka hutang bapamu akan lunas dan kau akan hidup bahagia ujar p rahmat. tapi pa tolonglah sekali ini saja saya dan bapa saya diberi waktu satu minggu ujar nayla. makanya kalau tidak mampu bayar kamu jangan berhutang sama saya bikin saya kesel saja, baiklah akan saya beri waktu kamu satu minggu tapi jika dalam satu minggu kamu tidak bisa membayat hutang maka kamu harus menikah denganku ,aku akan datang satu minggu bersiaplah jadi pengantinku ujar p rahmat kepada nayla
nayla hanya tertunduk lesu disamping rumahnya sambil berpikir dari ia harus mendapat uang ratusan juta dalam waktu satu minggu, o ya ampun bisa pecah kepala memikirkan ia harus mendapat uang dari mana, semoga saja hati pa rahmat bisa luluh tanpa harus menjadikan ia sebagai istrinya, lagian mana mungkin dia menjadi suamiku lebih pantas jadi bapaku dia itu. oh ya allah semoga engkau memberi jalan terbaik untukku ujar nayla. ketika nayla sedang melamun tiba tiba datang bu mentari dan adiknya nindi. tidak usah terlalu dipikirkan nayla lebih baik kamu terima tawaran p rahmat untuk menikah dengannya dengan begitu hutang hutang bapamu akan lunas dan kamu akan jadi istri orang kaya selesaikan ujar bu mentari. masalahnya tidak sesederhana itu bu aku ngga mau punya suami yang lebih pantas jadi bapaku lebih lebih dia seorang lintah darat nay ingin punya suami yang bisa memberi nay makan dari kerjaan yang halal bu, tidak apa apa hidup sederhana yang penting berkah dan bahagia ujar nayla. alah bahagia itu kalai banyak uang nay kamu jangan naif jadi perempuan ujar bu mentari. bapa setuju dengan nayla hidup itu tidak perlu mengejar ngejar harta yang penting kita hidup selalu bersyukur maka semua akan menjadi cukup dan bahagia ujar a lukman. alah kamu itu pa g mampu membahagiakan istri saja berani beraninya kamu mengatur hidup orang lain biarkan saja anak anakmu memilih jalan kebahagiaannya sendiri terserah mau pilih yang mana kamu jangan menghalang halangi, ujar bu mentari kesal pada pa lukman.
seminggu kemudian nayla sudah menerima gaji dan akan segera pulang.nay seru delia kepada nayla mau pulang nay ayo bareng aku ujat delia.y sudah ayo lalu aku naik ke boncengan motor delia karena biasanya aku naik angkutan umum tapi kadang delia mengajakku bareng naik motornya sehingga uang ongkos aku bisa disimpan. Nay ko udah gajian g semangat gitu si apa adaa masalah nay cerita saja nay kalau aku bisa bantu aku akan bantu nay ujar delia. iya del aku bingung hari ini tepat jatuh tempo hutang bapa kepada rentenir del aku bingung dari mana aku bisa dapat uang ratusan juta untuk membayar hutang bapaku, jika aku tidak bisa membayar maka aku harus menikah dengan bandot itu del. aku bingung aku g ngga mau nikah sama pa rahmat tapi aku juga g punya uang untuk membayar hutang bapaku del ujar nayla. aku juga g bisa membantu nay kalau masalahmu seberat itu aku doakan semoga keberutungan berpihak padamu nay. ujar delia amin semoga hati p rahmat jadi lunak.
ketika sampai dirumah nayla kaget syok dan sedih semua ada dalam hati nayla. nah ini dia calon istriku sini sayang temui abang, kamu siapkan jadi istriku.ujar pa rahmat. nayla kaget melihat kedatangan bosnya yang baru ia temui baru baru ini bahkan tadi siang baru bertemu lagi saat membayar gajiku sekarang ada dihadapannya. ada apa ini kenapa anda kasar sekali pada sesama manusia ujar p rayhan kepada p rahmat. ini bukan urusanmu kecuali mereka bisa bayar hutang mereka maka saya tidak akan kasar ujar p rahmat. kalau begitu berapa hutang mereka seru p rayhan dua ratus juta ujar pa rahmat. ok kalau begitu akan saya bayar mana nomor rekeningmu ujar p rayhan. nah kalau begini kan enak eh benar ya ditransfer awas kalau bohong mereka aku siksa nanti seru pa rahmat. iya klu tidak percaya ini kartu namaku ujar rayhan. nayla kaget dan malu karena pa rayhan mengetahui aib keluarganya. pa tidak usah saya bisa mencicilnya setiap bulan ujar nayla. tidak mengapa nayla kamu bisa mencicilnya kepada saya dari pada kamu dan keluargamu berurusan dengan lintah darat seperti mereka ujar rayhan.
tapi pa saya baru satu bulan bakerja ditempat bapa mana mungkin bapa bisa langsung percaya terhadap saya ujar nayla... alah so suci kamu nayla, sepertinya kamu sudah sering diajak tidur sama bos kamu ya, sudah terima saja atau kamu mau menikah dengan saya yang kaya raya dan ganteng sejagat raya nayla ha ha... ujar pa rahmat sambil bertolak pinggang.
pa saya bukan pempuan murahan saya akan mencicil hutang hutang saya setiap bulannya ujar nayla. halah basi kamu terima saja bantuan bos kamu nayla lalu kamu jodohkan bosmu dengan adikmu biar kami terbebas dari kemiskinan, dasar anak tak tau diuntung ujar bu mentari. iya kalau tidak kaka menikah saja sama pa rahmat seru adiknya nayla yang sama boros nya dengan ibunya.
nayla hanya diam saja sambil menangis cukup bu saya bisa bekerja dan mencicil hutang ibu tanpa merepotkan pa rayhan da harus menikah dengan p rahmat seru nayla. jika mengandalkan gajimu bisa ratusan tahun nayla ujar bu mentari.
begini saja nayla besok temui saya dicafe nanti saya akan menentunya kontrak dan perjanjian yang lain yang harus kita sepakati. pikirkan saja dahulu jika sudah memutuskan temui saya ujar rayhan dengan dinginnya dan berlalu begitu saja. baik sekali bosmu nak ujar pa lukman.keesokan paginya nayla pergi ke tempat bekerjanya dicafe seperti biasa, sambilia berpikir tawaran yang mana yang akan ia pilih tidak mungkin ia memilih menikah dengan lintah darat itu jangankan untuk menikah melihat saja sudah muak. apa aku harus menerima tawaran pa rayhan tapi perjanjian seperti apa yang akan ia tawarkan nanti jika ia meminjam uang dari pa rayhan, apa perjanjian itu akan merugikannya itulah yang dipikirkan nayla semua pikiran negatif dan bimbang semua muncul dipikirannya.
namun dengan tekad yang bulat ia memutuskan untuk meminjam uang ke pada rayhan mungkin dengan meminjam uang kepada bosnya itu ia bisa mencicil dengan uang gajinya setiap bulan atau mungkin ia harus bekerja seumur hidup untuk membayar hutangnya, namun apapun itu ia rela asal jangan menikah dengan lintah darat itu dan ayahnya bisa hidup tenang tanpa diteror lagi oleh para lintah darat itu. setelah pagi bekerja baru siang harinya pa rayhan datang ke cafe kerena rayhan harus mengurus perusahaannya.
pov rayhan
Rayhan akan datang ke cafe karena ia teringat dengan gadis kemaren ia tolong yang merupakan karyawannya dan terlihat sangat lugu dan lembut seketika rayhan merasa iba dan berniat menolong gadis malang itu selain itu dia juga tertarik untuk membuat kotrak pernikahan dengan gadis itu karena jika diperhatikan sepertinya ia gadis yang baik cuma nasibnya saja yang kurang beruntung.teringat permitaan sang ayah ray langsung saja berpikir akan menikah kontrak karena ayah ibu serta adik adiknya selalu mendesaknya untuk menikah padahal aku masih suka sendiri karena aku berpikir pernikahan itu ribet. dan banyak sekali wanita yang mendekatinya hanya karena uang dan kekayaannya saja tidak ada satu pun wanita yang tulus mencintai seorang rayhan pengusaha yang sukses diusia yang masih muda. jika dilohat temannya saja cery sudah menyukainya sejak zaman kuliah dulu diamerika tapi aku tak pernah tertarik pada cery selain sebagai teman bahkan teman teman dekatku seperti ronal dan aldi selalu mendukung bahkan mereka pernah menjodohkan kami tapi tetap saja aku tak pernah bisa tertarik pada cery. lalu sekarang aku terdesak oleh permintaan keluargaku terutama ayah ibuku yang permintaannya yang tak bisa sama sekali aku tolak sehingga ketika melihat gadis lugu itu aku tertarik untuk menikahinya.
Silahkan masuk ujar rayhan permisi pa maaf jika saya setuju dengan usulan bapa kemaren kontrak seperti apa yang harus saya jalani ujar nayla, dengan terbata bata dan takut takut. o ya nay sebelumnya maaf jika saya bertanya terlalu jauh , sebenarnya untuk apa kamu dan keluargamu meminjam uang kepada rentenir seperti itu ijar rayhan. maaf ya nay jangan tersinggung kalau kamu tidak mau jawab ngga apa apa ngga usah dijawab seru rayhan. engga apa apa pa saya tidak tersinggung sebenarnya yang meminjam uang bukan saya atau pun bapa saya melainkan ibu tiri saya dan adik tiri saya mreka merasa ayah tidak pernah memenuhi keinginan mereka
jadi untuk memenuhi ego meraka meminjam uang kepada rentenir dan sekarang kami semua menjadi kesulitan untuk membayarnya karena bunganya yang semakin besar ujar nayla.
saya akan memberi kamu pinjaman sesuai hutangmu tapi kamu harus menandatangi surat perjanjian ini ujar rayhan sambil memberikan map yang berisi surat perjanjian serta draf draf kontrak kepada nayla jika kamu ada yang tidak setuju kamu bisa bilang kesaya, saya akan memberi bapamu modal untuk usaha supaya bapakmu tidak perlu bekerja serabutan lagi supaya hidup keluargamu terjamin ujar rayhan.lalu nayla mengambilnya dan membukanya dengan ragu setelah membaca surat perjanjian nayla melongo dan tentu heran karena isinya nayla harus bersedia menjadi kekasih dan menikah dengan rayhan, yang tentu mustahil untuk nayla mustahil karena nayla merasa tidak mungkin dan tidak pantas untuk menjadi kekasih rayhan, bukannya rayhan orang kaya tampan pula kenapa harus berpura pura menjadi kekasihnya apa dia tidak malu bersanding dengan orang miskin sepertiku.
Tanpa berpikir panjang lagi karena terdesak keadaan nayla menerima tawaran rayhan, walaupun rayhan tampan kaya raya namun sejatinya nayla ingin dicintai bukan cinta diatas kertas seperti saat ini yang akan ia jalani entah apa yang akan terjadi kedepannya. tanpa banyak bertanya dan bicara nayla menandatangani kontrak pernikahan bersama rayhan. ok nanti akan saya hubungi lagi untuk selanjutnya apa yang harus kamu lakukan, dan satu lagi kamu jangan bekerja lagi dicafe ini biar kebutuhanmu aku yang penuhi, ujar rayhan. baik pa kalau begitu saya pamit pulang sahut nayla lebih baik kamu saya antar pulang tunggu didepan ujar rayhan. tapi pa saya bisa pulang sendiri nayla berusaha menolak ajakan rayhan. kamu g usah ngeyel nanti saya antar ujar rayhan.
satu minggu kemudian pa rahmat datang menagih janji ketika nayla belum pulang bekerja. sehingga pa rahmat ngamuk ngamuk dan mengusir bapa dari rumah, namun ketika aku pulang bersamapa rayhan. nah ini dia calon istriku baru pulang, bagaimana sayang apa kamu siap menikah dengan abang rahmat yang ganteng dan tajir, abang jamin kamu akan bahagia jika kamu menjadi istriku. ujar bang rahmat silintah darat. lho bukannya pa rayhan sudah membayar hutang hutang bapa saya ujar nayla. itu baru bunganya kalau sama pokonya jadi lima ratus juta rupiah ujar pa rahmat. dasar ngga ada akhlaq kamu menipu orang susah dengan cara seperti ini ujar pa rayhan sambil mentransfer uang tiga ratus juta ke rekening p rahmat itu sudah saya transfer silahkan cek dan jangan ganggu kami lagi ujar pa rayhan. nah gitu dong senang berbisnis dengan anda ujar pa rahmat. sambil berlalu meninggalkan rumah kami. nak rayhan bapa sekeluarga mengucapkan terimakasih atas kebaikan nak rayhan semoga tuhan yang maha kuasa akan membalas kebaikan nak rayhan berlipat ganda ujar p lukman. sama sama pa ujar rayhan