Pagi itu langit terlihat mendung pertanda hujan akan segera turun, aku mempercepat langkah kakiku menuju sekolah berharap bisa segera tiba di lingkungan sekolah agar tidak terlambat. Perkenalkan namaku putri Ayunda, gadis yang duduk di bangku kelas 3 SMA disalah satu sekolah negeri di daerah sumatera Utara.
Namun harapanku tidak terkabulkan sama sekali, setetes demi setetes air hujan mulai turun ke bawah dan akhirnya mulai deras di sertai kilat. Aku berteduh bersama beberapa orang anak lainnya. Setelah menunggu 30 menit akhirnya hujan pun berhenti, namun matahari tampak malu untuk menampakkan diri. Aku melanjutkan perjalanan menuju sekolah meskipun aku terlambat. Hari ini pak Wahyu PKS kesiswaan masih berbaik hati membiarkanku masuk ke kelas tanpa menghukumku membersihkan WC.
Aku berlari menuju kelas 3 IPA 1, terlihat Bu Hani yang mengajar fisika pada les pertama belum datang. Sepertinya beliau terlambat batinku dalam hati. Aku duduk di kursi paling depan tepatnya di samping Jessica sahabatku.
"Tumben kamu datang terlambat" kata Jessi sambil tersenyum kearahku
" Kan kamu tahu sendiri aku harus bantu orang tuaku mengantarkan kue ke warung-warung langganan, kalau nggak pasti ibuku kewalahan" jawabku singkat
"Iya, beruntung sih orang tuamu memiliki anak perempuan yang baik sepertimu" ujar Jessi sambil
Aku hanya tertawa mendengar ucapan terakhirnya, sebab kenyataannya karena dirikulah orang tuaku bekerja keras tanpa mengenal waktu.
Teng..teng...teng.....
Tak terasa waktu istirahat sudah tiba, Jessi mengajakku ke kantin namun ku tolak dengan halus. Meskipun orang tuaku memberikan uang jajan kepadaku, namun uang tersebut ku tabung untuk membeli perlengkapan sekolah lainnya. Apalagi keluargaku hidup serba kekurangan, syukur-syukur aku masih bisa menikmati bangku sekolah.
Kulihat seluruh teman-teman sekelasku sudah berhamburan menuju kantin, namun aku memutuskan untuk ke taman belakang sekolah sambil membaca novel yang kupinjam dari Jessi. Disana Hanya ada seorang anak lelaki yang juga duduk sambil menatap layar ponselnya. Aku kemudian duduk di sebelahnya.dia menatapku sesaat dan kemudian kembali sibuk dengan ponselnya.
"Kamu anak kelas berapa" tanya Ricardo memulai percakapan
"Anak kelas 3 IPA 1" jawabku singkat tanpa menoleh
"Aku juga anak kelas 3 IPA 1" jawabnya, aku langsung menoleh ke arahnya.
" Kok aku belum pernah melihatmu?" Tanyaku sedikit keheranan
"Karena aku suka bolos, oh iya aku Ricardo Pratama" ucapnya sambil mengulurkan tangannya,aku pun menjabat tangannya" aku Putri Ayunda" jawabku sambil tersenyum. " Oke sampai ketemu lagi putri" ujarnya sambil melangkah pergi
"Kamu mau kemana?" Tanyaku seraya berdiri di tempat. Dia berhenti sesaat dan kemudian tersenyum kearahku tanpa menanggapi pertanyaanku. Dia meloncati pagar sekolah dan hilang di balik pagar. Aku hanya terdiam dan tersentak mendengar suara lonceng. Anak yang aneh ucapku dalam hati sambil berjalan menuju kelas 3 IPA 1.