"Kakak yakin masih mau duduk disini lebih lama? Kalau memang iya nggak papa, Aya ke toilet sebentar ya, Kakak lanjutin aja ngobrolnya." Ucap gue ke Kak Ken dan langsung bangkit dari duduk gue sekarang, bukannya apa-apa, gue cuma nggak mau nambah ribut disini, gue percaya sama Kak Ken, gue percaya sama semua omongannya kalau memang bener mereka berdua nggak punya hubungan apapun, Rania itu cuma temen biasa dan nggak lebih, Rania aja yang berlebihan, gue bisa terima semua penjelasan singkat Kak Ken barusan cuma ngeliat sikap Rania yang semaunya kaya gitu gue juga nggak nyaman, gue malas berdebat apalagi kalau harus rebutan bahan kaya gitu, nggak wajar aja menurut gue.
"Loh Ay! Kok malah pergi, Ken, nggak lo kejar itu?" Tanya Mas Affan yang masih bisa gue denger, lagian Kak Ken mau ngejar ap