"Yuni salah tentang apa memangnya? Bukannya kalian baik-baik aja kemarin? Kamu bahkan semangat banget ngomongin Yuni tadi pagi sebelum berangkat kuliah sama Mas, kenapa tiba-tiba bisa salah paham Ay?" Tanya Kak Ken yang terlihat cukup kaget mendengarkan alasan muka lesu gue sekarang, pasalnya gue bermasalah bukan sama orang lain tapi gue bermasalah dengan sahabat gue sendiri kali ini, hanya karena gue udah menikah dan ada banyak perubahan dalam hidup gue membuat Yuni menganggap gue mulai melupakan dia, Yuni berpikir seakan gue udah nggak membutuhkan dia sebagai sahabat karena gue udah mempunyai sandaran lain, suami untuk tempat gue bercerita sekarang padahal enggak sama sekali, walaupun gue mengakui waktu gue untuk Yuni mulai berkurang tapi gue tetap butuh sahabat gue, kenapa? Ada saatnya