Mendengarkan ucapan Mama yang kaya gitu udahlah, gue sama Kak Ken sepakat menghembuskan nafas dalam sembari saling menatap dengan tatapan saling mengingatkan untuk sabar, gue nggak boleh marah apalagi kesal dengan semua ucapan Mama sekarang, tahan dan hembuskan nafas pelan-pelan, jangan sampai gue hilang kendali dan ujung-ujungnya malah menyusahkan Kak Ken sama Papa karena Mama balik marah nanti, udah bagus Mama mau ikut gue sama Kak Ken nanti jadi setidaknya gue bakalan punya waktu lebih untuk bisa mengenal Mama dengan baik, gue punya masa yang jauh lebih panjang untuk mendekati Mama seperti yang Kak Ken harapkan, memang itu tujuan gue sama Kak Ken ngajak Mama keluar jadi selagi rencana gue belum berubah, stok sabar gue memang harus beneran banyak, nggak boleh kalah banyak sama cara Mama