"Kalau kamu punya masalah, harusnya kamu cerita awal-awal sama Bunda, kalau memang ada yang salah kita bisa diskusi sama-sama Ay jangan malah kaya gini, kamu sakit sendirian terus malah ngebuat Ayah sama Bunda makin khawatir, kamu itu satu-satunya anak Ayah sama Bunda, perempuan lagi jadi Ayah sama Bunda mau semuanya berjalan lancar untuk kamu." Bunda bahkan mengusap bahu gue setelah ucapannya barusan, gue mencoba paham dan gue sangat-sangat tahu apa yang gue lakukan sekarang, gue bersikap kaya gini juga pasti punya alasan, gue nggak sembarangan bersikap sampai memilih untuk nggak ngasih tahu apapun sama Ayah dan juga Bunda, selain gue nggak mau mereka khawatir, bagaimanapun ini masalah rumahtangga gue, gue nggak bisa sedikit-sedikit asal punya masalah ngadu ke Ayah sama Bunda, gue nggak m