"Kak! Kakak beneran nggak marah sama Bang Rizakan? Kakak percayakan sama Aya? Apapun perasaan Bang Riza, pilihan Aya tetap sama, dari dulu lagi, Aya tetap sayangnya sama Kakak, nggak ada laki-laki lain, beneran." Ucap gue ke Kak Ken begitu kita berdua udah balik ke kamar, Bang Riza juga udah pulang, setelah makan siang, Bang Riza langsung izin untuk pamit, Bunda masuk ke kamar ya gue sama Kak Ken juga balik masuk ke kamar, disinilah kita berdua sekarang, duduk bersandar disofa dengan tatapan menengadah menatap langit-langit kamar sekarang, Kak Ken keliatan mikir banyak tapi gue nggak pasti itu apa, makanya jadi nebak sendiri alasan Kak Ken yang sebenernya itu apa?
"Ay! Kamu takut kalau Kakak salah paham dengan hubungan kamu sama Riza? Karena sikap Bunda juga begitu baik sama Riza, apa kam