*author pov*
Rio memainkan ponselnya dengan malas, ia hanya menggulirkan layar ponselnya tanpa tujuan.
Video demi video di platform media ia gulir namun seakan tak ada yang menarik perhatian nya ia kembali menutup nya.
Matanya berkeliling melihat suasana ruangan dimana dirinya kini di rawat. Tiga tempat tidur dan semuanya full terisi. Masing-masing pembatas hanya selembar kain, dimana Rio masih sangat dapat mendengar segala percakapan dari pasien lain dan keluarga mereka.
Pemuda itu hanya menarik napas, ia kembali meraih ponselnya dan membuka grup chat club nya. Tidak ada pesan terbaru, pesan terakhir yang dia buka sejam yang lalu dimana yang lain berkata akan menjenguk nya besok.
Sungguh ia merasa sudah lelah dan bosan. Ia kembali teringat pada kecelakaan yang menimpanya. Matanya men