*Author Pov*
Suasana lapangan pagi itu terasa lebih sibuk dari biasanya. Beberapa siswa mulai memenuhi bangku tribun meskipun pertandingan belum dimulai hari ini. Kabar soal pertandingan persahabatan besar yang akan mereka jalani sudah menyebar ke mana-mana.
Bahkan beberapa guru ikut membicarakannya. Di tengah lapangan, Haqi sedang mengatur cone latihan sambil sesekali memberi instruksi.
“Radi, posisi lo jangan terlalu maju!”
“Iya, iya!” jawab Radi dari ujung lapangan.
Juna berdiri di dekat net sambil mengatur napasnya. Wajahnya terlihat lebih serius dibanding hari-hari sebelumnya.
Sedangkan Genta sedang membantu Haikal mengambil bola yang keluar lapangan.
“Capek banget hidup gue,” keluh Haikal sambil membungkuk memegangi lututnya.
“Drama mulu,” sahut Genta.
“Lo nggak ngerti pende