76
“AKU HANYA INGIN membuatmu sadar, Shay!”
Resonasi dari teriakan itu terus berjalan di benak Damon, bahkan setelah lima menit seperti laki – laki kehilangan akal berlarian di dalam gua. Dia melesat tanpa arah, bahunya naik dan turun, napasnya berantakan. Dia terus melintasi semua lorong gua yang tidak aja ujungnya, hanya untuk mengejar satu suara nyaring.
Damon Hawkwolf sudah ada di ambang kewarasannya.
“Damon, berhenti sebentar!” seru Talon dari belakangnya. Jika laki – laki itu berharap kalau Damon akan berhenti atau menjadi pelan hanya demi penyihir kecil bernama Lilith itu, maka dia salah besar.
Yang ada, Damon semakin menjadi. Dia memukul dinding gua paling dekat dengannya, hingga batu – batu hitam berjatuhan ke bawah.
Aku hanya ingin membuatmu sadar, Shay.
Siapa itu? Apa ya