82
“SHAY, KAU BISA mendengar aku?” suara Damon Hawkwolf sangat lembut hingga aku sempat merasa aneh. Aneh rasanya mendengar dia sendu seperti itu.
Mana pernah yang namanya Damon Hakwolf, mengeluarkan vokal yang lirih dan pelan? Halus dan lembut? Dia selalu terdengar dingin dan tajam, atau keras dan lantang. Pada dasarnya, dia memang bukan pria yang lemah lembut atau semacamnya.
Damon mengelus pipi aku halus seperti aku ini boneka keramik yang mudah pecah. Seperti aku ini terbuat dari porselain. Aku merasa seperti sebuah guci dari Cina yang mahal sekali. Damon bersungut dan menatap aku dengan tatapan yang sama sendunya. Laki – laki itu mendekat, seperti masih kurang merasakan presensi aku di depannya.
“Shay, kau bisa mendengar aku? Kau sudah sadar?” tanya dia lagi, kali ini dengan vo