Tanpa berpikir panjang, Darrel langsung menggendong Nana dan menempatkannya secara perlahan di atas tempat tidur. Darrel tergelak saat melihat lecet di kedua lutut gadis itu, dan ia juga baru menyadari jika baju yang Nana kenakan basah, membuat Darrel menebak jika gadis itu baru saja terpeleset di kamar mandi.
Darrel mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu, ia melihat obat merah dan teman-temannya berada di dalam etalase dinding berukuran kecil yang berada di ujung kamar.
“Bentar ya,” ujar Darrel lembut, ia mengusap kepala Nana lembut sebelum pergi untuk mengambilkan obat. Lalu ia kembali dan mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidur yang Nana tempati.
“Gue bersihin dulu ya,” ujar Darrel meminta izin. Nana hanya menganggukkan kepalanya ringan seperti anak kecil yang baru saja