Cowok yang sedang duduk di salah satu kursi kafe itu beberapa kali mengecek jam tangannya, sembari menatap pintu masuk kafe. Lalu tak lama setelahnya orang yang ditunggunya datang membuat binar di matanya terlihat jelas saat melihat gadis yang sudah lama tidak ia temui. Dia melambaikan tangannya membuat si gadis menghampirinya.
Nana dengan wajah malas mengambil tempat yang berhadapan dengan mantan pacarnya, Fian.
“Mau ngomongin apa sih?” tanya Nana sarkas.
Fian tersenyum hangat, seolah menunjukkan kalau ia merindukan gadis yang merupakan mantan pertamanya itu. Gadis yang mengajarkannya arti cinta dalam sesaat. Fian pernah mencintai Nana? Tentu saja, tidak mungkin ia tidak pernah menaruh perasaan pada gadis sebaik Nana selama bertahun-tahun ini berpura-pura menjadi pacar gadis itu. Ya, t