Flasback on
Setelah perbincangan tentang keinginan Renal untuk anak putrinya terjun diperusahaan yang ternyata anaknya tersebut menolak akhirnya Renal tidak bisa memaksakan kehendak putrinya. Namun Renalpun tidak ingin melihat pputrinya yang hidupnya hanya main-main saja bahkan slalu saja mengintil kekasihnya dilokasi syuting, hingga akhirnya Renal pun memiliki ide yang segera terlintas difikirannya dan mungkin dengan ide ini anaknya bisa menjadi lebih dewasa lagi
“sayang” panggil Renal dengan mengelus surai lembut anaknya yang masih bersandar didadanya dengan nyaman
“iya Pi..”
“apa pendapat kamu tentang pernikahan?” tanya Renal membuat sang anak yang tak lain Davira langsung duduk tegak dan menatap sang Papi dengan bingung
“kenapa Papi tanya-tanya begitu”
“Papi kan hanya tanya sayang, emangnya engga boleh”
“eh.. iya boleh sih”
“ya udah Papi pengin tahu jawaban kamu tentang pernikahan itu apa?” tanya Renal membuat Davira terdiam sesaat dan tampak berfikir
“bagi Davira pernikahan adalah menyatukan dua insan yang saling mencintai dengan adanya ikatan suci didalamnya tidak hanya menyatukan dua insan tersebut namun juga menyatukan dua keluarga menjadi satu”
“pernikahan bagi Davira juga menyatukan dua sifat yang bertolak belakang menjadi satu dimana ada yang keras kepala Bersama yang penyabar, yang cuek Bersama yang homeris dan masih banyak lagi, pernikahan juga menjadikan kita untuk memulai hidup baru dan membuang kebiasaan lama, karena setelah perilaku sebelum dan setelah menikah tentunya berbeda, dimana dulu kita mementingkan diri sendiri namun setelah menikah ada seseorang yang harus dijaga hatinya kaya hal simpel missal dulu pulang malam engga ada yang nungguin ataupun engga ada yang ngelarang dan setelah menikah tentunya harus memikirkan orang yang menunggu dirumah dan udah engga bebas lagi keluyuran kemana-mana” jelas Davira membuat Renal menatap anaknya kagum masalahnya anaknya tidak pernah berfikir luas seperti ini bahkan anaknya masih terlihat kekanakan namuun jawabannya kali ini membuat Renal yakin bahwa umur Davira benar-benar umur dua puluh tiga tahun, bukan umur sepuluh tahun lagi
“lalu kamu ingin menikah apa engga?” tanya Renal
“ih Papi kok tanya begitu sih, ya jelas lah Vira ingin menikah dan membangun keluarga Bersama lelaki yang Vira cintai dan juga hidup Bahagia Bersama anak-anak lucu dan tentunya Bersama Kak Kevin” kata Davira dengan matanya menatap keatas seakan membanyakan hidup bahagianya Bersama Kevin kelak
“memang Vira udah yakin akan Bahagia dengan kevin?”
“tentu dong!, karena Kak Kevin adalah sosok lelaki yang sangat pantas bersanding dengan Vira, kak Kevin pokoknya yang terbaik untuk Vira”
“kalau begitu kenapa tidak disegerakan impian Vira itu” kata Renal membuat Davira yang sedang membayangkan masa depannya dengan kevin langsung sirna dan digantikan menatap wajah sang Papi dengan langsung
“maksud Papi apa sih?, Vira engga maksud deh”
“astaga kamu ini, masa kode yang Papi kasih kamu engga paham sih”
“emang engga paham Papiiii….” Kata Davira membuat Renal menghembuskan nafasnya kasar
“begini makssud dari omongan Papi itu, Papi ingin vira mewujudkan impian Vira, bagi Papi Vira udah pantas menikah dan juga hubungan kamu dan Kevinpun sudah berjalan dua tahun ditambah lagi kalian sudah mengenal satu sama lain dengan dekat, jadi dari pada pacarana terus-menerus lebih baik menikah kan”
“dan juga dengan menikah kalian udah bebas ngapain aja dan Papi tentunya engga akan melarang seperti itu, Papi hanya takut kalau kalian kebablasan tanpa adanya ikatan suci diantara kalian sayang, walaupun Papi percaya kamu dan juga Kevin slalu ingat ucapan Paapi untuk tidak melampaui batas, tapis ama saja Papi masih khawatir sayang, dan juga dengan kamu menikah dengan Kevin kamu jadi memiliki kegiatan baru dan engga main-main lagi” jelas Renal membuat Davira melongo mendengar ucapan Papinya
“ih jangan melongo begitu deh, nanti kemasukan nyamuk” celetuk Renal dengan menoel hidung sang anak lantas Davirapun langsung tersadar
“Papi menyuruh Davira menikah”
“iya dari pada begini terus, kamu mau kan menikah dan juga Papi dengar kamu punya cita-cita menikah muda biar kalau punya anak jarak umur kamu sama anak kamu engga terlalu jauh..”
“tentu Papi itu impian Vira sejak dulu, apalagi kalau anak Vira perempuan akan Vira dandani secantik mungkin dan Vira akan membuat baju-baju couple sama anak Vira pasti akan sangat menyasyikan”
“lalu kenapa engga segera kamu wujudkan itu sayang”
“Papi memangnya beneran merestui aku dengan kak Kevin?”
“iya Papi merestui kamu sama Kevin, awalnya memang Papi engga setuju kamu sama Kevin soalnya melihat tampang Kevin yang seperti lelaki playboy, namun setelah Papi menyelidiki dan bagaimana sifat dia sama kamu ternyata dia cowok yang baik dan pantas buat kamu, terlebih lagi kamu sangat mencintainya jadi mana mungkin Papi tidak merestui kamu sama dia” kata Renal membuat Davira tersenyum senang dan langsung memeluk Renal dengan manja
“Aaa… Papi terimakasih, dan tentu Kak Kevin adalah lelaki yang pantas untuk Vira, astaga Vira sangat sangat berterimakasih sama Papi”
“sama-sama sayang, kebahagiaan kamu dan kakak-kakakmu adalah kebahagiiaan Papi juga” kata Renal
“Aaaa… jadi makin sayang dan cinta dehh sama Papi, sini sini cium dulu” kata Vira dengan manja dengan langsung mencium Pipi Papinya
“Vira akan mulai mengurus semuanya dari mulai gaun, Gedung catering, astaga pasti akhir-akhir ini Vira sangat sibuk Pi” kata Davira dengan antusias, bahkan dia berceloteh banyak hal tentang gaun apa yang pantas dia pakai, dihotel mana melaksanakan pernikahan dan intinya semuanya Vira ingin semuanya indah mewah dan juga megah. Dan Renalpun dengan senang hati mendengarkan celotehan anak gadisnya
“eh Tapi Pi…” kata Davira dengan raut wajahnya yang sudah berubah menjadi sedih membuat Renal bingung
“kenapa sayang?”
“apa Kak Kevin mau ya diajak nikah Vira tahun ini, mengingat Kak Kevin sedang sibuk-sibuknya syuting”
“kalau dia memang mencintai kamu dan menyayangi kamu dan ingin menjadikan kamu satu-satunya Wanita dihidupnya pasti dia akan menyetujuinya sayang”
“iya juga ya ucapan Papi ada benarnya juga”
“dan mending besok kamu temui Kevin dan mengatakan itu semuanya, lagian apa hebatnya sih menjadi artis dan juga setelah kalian menikah Papi ingin Kevin terjun didunia bisnis mengingat dia dulu jurusan Manajemen kan, kalau dia tidak mau membantu kakak-kakakmu diperusahaan Papi setidaknya dia melanjutkan Bisnis Haykal” jelas Renal
“oke Pap, besok aku tannya langsung kepada Kak Kevin, dan juga Vira egga suka kalau Kak Kevin terus-terusan jadi artis, Vira engga mau senyum Kaak Kevin dinikmati banyak orang engga mau, Vira hanya ingin Kak Kevin jadi miliki Vira seorang” kata Davira membuat Renal tertawa
“astaga anak Papi posesif sekali….”
“Namanya cinta Papiiii…”
Flasback End
“astaga sayang, kenapa harus menikah?, bukannya kita udah Bahagia dengan hubungan kit aini”
“memangnya Kak Kevin engga mau menikah dengan Vira?” tanya Davira dengan menatap pacarnya yang terang-terangan menolak keingiann dia, Kevinpun menyugar rambutnya frustasi, ini yang dia takutkan selama ini Davira meminta diirnya untuk menikahinya diwaktu-waktu sekarang yang jelas Kevin engga bisa mengingat bahwa dirinya masih asyik-asyiknya menjadi seorang artis dan jadwalnya yang padat, karena Kevin yakin setelah menikah dengan Davira dia harus meninggalkan dunia selebriti dan berakhir dengan bekerja diperusahaan Papanya atau Papi mertuanya
“Kak Kevin beneran engga mau menikah sama Vira?, Kak Kevin engga cinta sama Vira” kata Davira yang ternyata air matanya sudah menggengan dipelupuk matanya dan jika Davira berkedip air mata tersebutpun langsung jatuh begitu saja
“Bukan bukan begitu sayang, tentu Kakak mau menikah dengan kamu Kakak juga mencintai kamu, tapi jangan sekarang sayang kamu kan tahu Kakak sedang sibuk-sibuk syuting dan satu minggu ini harus nyelesaiin sin sinetron ini tamat, habis itu dua minggu lagi Kakak ada dua syuting Film diBandung dan pemotretan disana, dan tentunya Kaka engga bisa sayang, kalau kakak membatalkan semuanya begitu saja nanti kakak kena pinalti karena sudah melanggar kontrak yang sudah kakak tanda tangani”
“Vira bisa kok membayar semua pinalti itu biar kakak engga rugi asalkan Kakak menikah dengan Vira tahun ini”
“astaga sayang, engga segampang itu”
“kenapa engga Vira bisa melakukan semuanya”
“astaga sayang mengertilah sedikit saja, kamu tahu kan menikah itu engga mudah dan juga umur kita masih sama-sama muda umur kamu masih dua puluh tiga sedangkan Kaka juga masih umur dua puluh lima tahun, kita masih sama-sama Muda sayang dan juga kalau kita sudah menikah nantinya kita engga bisa bebas, target menikah kakak tuh umur tiga puluh tahun sayang, dan kakak masih ingin menikmati hidup bebas kakak dulu sebelum terikat sama kamu seumur hidup jadi mengertilah sayang, ya ya…” kata Kevin dengan menatap kekasihnya dan berharap kekasihnya itu mengerti akan kondisinya
“berarti dengan begini Kaka menolak menikah dengan Vira”
“bukannya menolak sayang tapi menundanya, iya menundanya”
“tapi Vira maunya tahun ini titik!!!”
“astaga sayang, Pliss jangan egois!!!” kata Kevin dengan kesabarannya yang sudah habis dengan membentak Davira dengan keras membuat Dviara tertegun dan air matanya keluar begitu saja, baru pertama kali Davira dibentak oleh seseorang dan itu adalah kekasihnya sendiri bahkan Papi dan Kakak-kakaknya tidak pernah membentak Davira
“Ka… kakak bentak Vira”
“iya supaya kamu tidak kekanak-kanakan lagi dan tidak egois Vira, Pernikahan itu tidak main-main, pernikahan itu kita harus terikat dengan seseorang seumur hidup dan kakak belum siap akan itu Vira jadi mengertilah, kakak ingin bebas terlebih dahulu meniti karier menjadi artis yang kakak impi-impikan sejak dulu sampai denga napa yang kakak impikan terwujud semuanya, kakak mencintai kamu tapi kakak juga belum siap untuk menikah sekarang, dan jika kita menikah sekarang Kakak harus meninggalkan dunia ini dan beralih mengurus perusahaan kamu tahu kan Kakak masih senang-senangnya didunia ini, jadi mohon mengertilah mengertilah Vira, jangan kekanaka-kanakan seperti ini kamu harus bersikap dewasa!!” kata Kevin membuat Davira kecewa
“Vira kecewa sama kak Kevin jadi dengan begini Kak Kevin sudah menjelaskan bahwa karier kak Kevin di dunia selebriti lebih penting daripada menikah Vira”
“astaga bukan begitu…” kata Kevin langsung terpotong oleh Davira
“STOP!!! Vira kecewa sama Kakak, Kakak jahat, Vira benci kakak!!!” teriak Vira dan langsung menyambar tasnya begitu saja dan berlari menuju mobilnya diikuti oleh Alya yang sejal tadi berdiri tidak jauh dari mereka duduk. Sedangkan Kevin menjambak rambutnya kasar
“ARKHH…..!!!!” teriak Kevin dengan keras meluapkan emosinya.
Sedangkan Vira langsung memasuki mobilnya dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya, Davira kecewa karena nyatanya kekasihnya lebih memilih kariernya ketimbang dirinya bahkan sampai membentak Davira yang sungguh Davira tidak menyangka
“Nona, anda baik-baik saja?” tanya Alya yang sudah memasuki mobil dengan menatap Davira khawatir
“bawa aku pulang Alya sekarang!!” perintah Davira, lantas Alyapun langsung menuruti perintah sang majikan dan langsung menyalakan mobil dan membiarkan sang majikan menangis sesegukan.
Bahkan kamu engga mengejar aku kak, jadi sebegitu tidak berartikah aku dimatamu
***
Sudah dua hari ini Davira slalu dirumah dan hanya bergelung dikamarnya saja, Davira kecewa dengan Kevin tentu karena pertengkaran kemarin Kevin sampai sekarang tidak menghubunginya bahkan tidak mengejarnya lantas membuat Davira marah kepada kevin jelas, namun Davirapun dua hari ini tidak bertemu Kevin rasanya sangat rindu kepada Kevin dan ingin sekali menemui Kevin, tapi Davira ingat pesan Alya dia tidak boleh menemui Kevin sebelum Kevin menemui dirinya sendiri pasalnya Alya ingin jangan Davira terus yang mengalah Kevin juga harus begitu dan Alya ingin Kevin juga berjuang dengan hubungan ini
“Arkh…” kata Davira kesal dan membanting ponselnya diranjang membuat Alya yang menemaninya dan duduk dibawah dengan buku ditangannya mendongkak mendapati Nonanya terlihat kesa
“Alya aku kangen dengan kak Kevin, aku ingin menemuinya” rengek Davira kepada Alya, namun Alyapun langsung menggeleng tegas
“tidak Nona, Nona jangan menyerah begitu saja dong”
“tapi aku rindu sama dia Alya, aku ingin menemuinya rasanya tidak bertemu dengan dia sehari saja bikin aku meriang dan ini bahkan rekor aku tidak bertemu dengan dia selama dua hari bahkan sama sekali tidak mengabari satu sama lain”
“tapi Nona, jika Nona sekarang menemui Kevin, masa baru segini saja sudah menyerah, katanya ingin tahu sebenarnya Kevin mencintai Nona atau tidak, jadi Nona harus lebih bersabar”
“tapi aku harus bagaimana Alya, kalau Kevin benar-benar akan memutuskanku bagaimana, Hua….!!!, aku tidak mau” kata Davira lagi, dan Alyapun langsung mendekat kearah Nonanya, tidak Nonanya tidak boleh menyerah dia harus bersabar karena Alya sungguh merasa geram kepada Kevin karena dari hubungan mereka hanya Davira saja yang seperti menginginkan hubungan ini sedangkan Kevin hanya diam saja membuat Alya sebal dan dan mengira bahwa Kevin sebenarnya memainkan Nonanya
“Nona, jangan seperti ini oke, kalau Nona menyerah begitu saja bagaimana bisa Nona mengetahui perjuangan Kevin Nona, jika Kevin mencintai Nona dia juga harus berjuang jangan hanya Nona saja yang berjuang disini”
“Tapi Alya…, aku…”
“Nona percayalah, jika Kevin benar-benar mencintai Nona pasti dia akan kemari”
“tapi jika dia tidak kesini bagaimana?, apakah hubunganku dengan dia akan berakhir begitu, Hua akau tidak mau Alya”
“sabar Nona, tidak mungkin itu terjadi, Nona ingin melihat kan perjuangan Kevin kepada hubungan kalian, jadi Nona lebih baik begini dulu, tunggu sampai satu Minggu”
“astaga satu Minggu?, apakah aku kuat Alya..” rengek Daviira lagi kepada asistennya yang sudah dia anggap seperti kakak sendiri
“percayalah Nona, Kevin pasti tidak akan memutuskan Nona begitu saja, kalian kan sudah menjalin hubungan selama dua tahun”
“iya juga sih Al”
“maka dari itu sabar oke sabar…” kata Alya lagi dan akhirnya Davirapun mengangguk dengan terpaksa dan tercetak senyum dibibir Alya
“nah begitu, dan dari pada Nona bosan dirumah saja seperti ini bagaimana kalau Nona Shopping ke Mall, untuk menghilangkan penat sejenak” lanjut Alya, dan Davirapun tampak berfikir sejenak dan akhirnya mengangguk
“nah begitu dong itu bari Nona Davira, ya sudah Nona mandi gih, biar saya siapkan pakaian Nona” kata Alya lagi
“oke aku mandi dulu” kata Davira dan langsung beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi, Alyapun tersenyum senang Nonanya Kembali lagi semenjak dua hari berdiam diri dirumah saja dan terpuruk, dan Alya sangat tidak suka jika Nonanya bersedih dan dengan pergi ke Mall.
Dan saat Davira akan membuka pintu kamar mandi dan Alya sedang memilihkan pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh Davira, tiba-tiba pintu kamar diketuk, lantas Davira yang memang lebih dekat dari pintu kamar langsung berjalan kearah pintu dan membukanya, dan Nampak Bi Minah yang tak lain adalah asisten rumah tangga tersebut
“Bibi kenapa senyum-senyum begitu, barusan ngimpi ketemu justin Bieber yah?, udah bisa ngomong inggris belum?” ledek Davira kepada Bi Minah,
“eh.. Non mah begitu”
“hihi habisnya Bibi senyum-senyum begitu, ada apa sih?, dan juga ngapain ke kamar Vira”
“Bibi habis lihat cowo ganteng Non”
“palingan juga tukang sayur keliling yang suka Bibi godain kan”
“eits bukan atuh”
“terus siapa Bi?”
“itu ada Mas kasep didepan nyariin Non”
“siapa Bi?, nyariin aku?” tanya davira dengan menunjuk tubuhnya, dan Bi Minah mengangguk
“iya Den Kevin pacar Non” kata Bi Minah lagi, membuat Davira langsung melotot dan terkejut membuat Bi Minah mengeri karena mendapatkan pelototan dari Davira
“Kak KEVIN BI!!” tanya Davira lagi memastikan dan Bi Minah langsung mengangguk mantap, lantas Davira langsung menutup pintunya dengan sangat keras membuat Bi Minah terlonjak kaget bukan main
BLAM..
“astagfirullah, untuk engga punya Riwayat jantung, dan juga kenapa Non Vira malah masuk ke kamar bukannya nemuin akang kasep, ya udah deh aku saja yang nemuin sekaligus curi-curi pandang sama akang kasep, hihi…” kata Bi Minah
“Non, Bibi kebawah dulu mau buatin Minum Akang kasep, Non cepat turun ya!!” kata Bi Minah, dan langsung turun kebawah untuk segera membuatkan minum untuk Kevin dan juga mencuri-curi pandang ke arah Kevin.