“Nick percepat jadwalku hari ini. Aku ingin segera menyelesaikannya sebelum petang” ujar Leta sambil mengutak-atik ponselnya. Sekilas Nick melirik melalui kaca sepion
“Itu terlalu beresiko. Apa Kau yakin?” Tanya Nick memastikan. Oh…ayolah, beraksi saat siang hari? Apa bedanya dengan bunuh diri. Leta mematikan ponselnya dan melirik Nick yang juga sedang menatapnya melalui kaca sepion sambil terus focus menyetir. Nick memang hanya bersikap informal jika dihadapan Leta, Johnny dan Carlos
“Tentu saja”
“Ta—“
“Mereka akan lebih waspada jika malam sudah tiba”
Nick hanya diam dan lebih memilih fokus menyetir. Dalam lubuk hatinya dia tidak sejutu Leta bergerak siang bolong seperti ini, tapi mengingat kemampuan Leta, Nick berusaha untuk percaya kalau semuanya baik-baik saja
Akhirnya merekapun sampai di kampus. Sebenarnya Leta ingin sekali langsung bergerak tapi mengingat dia sering absen membuatnya takut megulang semester
“Kita akan bergerak satu jam setelah Carlos pulang. Jemputlah Selena terlebih dahulu kemudian langsung ke markas, tidak usah menjemputku”
Nick hanya bisa menuruti perkataan Leta, setelah itu Leta keluar dari mobil dan masuk ke kampusnya. Leta tiba dikelas sekitar sepuluh menit sebelum Dosen masuk
Leta mendudukan dirinya di bangku yang biasa ia duduki, bangku paling tengah. Karena apa? Karena lebih mudah saja meihat papan tulis dan memperhatikan Dosen dari sudut itu
Leta tidak punya teman karena dia sering absen ditambah dia juga jarang bersosialisasi. Menurutnya membuang waktu dan tenaga untuk meladeni mereka. Leta hanya akan berbicara pada teman sekelasnya jika Leta merasa obrolan itu mempunyai tujuan dan manfaat yang jelas
Tak lama dari itu, Sang Dosen pun memasuki ruangan dan pelajaran yang membosankan ini pun dimulai
****
Sekitar pukul sepuluh siang, Rio pergi menemui Dhanni di kantor. Rio memang sengaja berangkat siang, maklum menunggu situasi reda karena si pengrusuh Let sudah berangkat ke kantor
Rio memarkirkan mobilnya di parkiran kantor. Dia masih tidak percaya bisa membangun kantor sendiri. Senyum kecil terbit di bibirnya, melihat gedung lusuh yang dulu kini menjadi sebuah kantor dengan lima lantai
Memang tidak terlalu tinggi tapi itu dari kerja keras dia dan rekannya, tidak ada bantuan sama sekali dari Jimmy yang notabennya seorang pengusaha kaya
“Duh... Masih nggak nyangka gue bisa diriin perusahaan sendiri hahaha... Gue emang hebat” gumamnya
Dengan bangga Rio memasuki gedung bertuliskan Mario's Bourner, terpampangnya beberapa karyawan yang berjalan kesana kemari. Tidak ada sambutan apapun karena Rio membuat peraturan dimana semuanya sama. Tidak dibedakan dengan jabatan dan sebagainya
Mungkin itulah kenapa Dhanni sangat berani menyuruh pulang 'Ownernya'. Tapi bukan berarti kantor ini bekerja sesuka hati, tetap ada prosedurnya. Seperti membuat kontrak dengan customer dan sebagainya
Rio membuka ruangan dimana biasanya ia dan rekannya berdiskusi. Dhanni, Darren, dan Nichole sudah menunggunya di dalam
“Wah... Bos besar datang. menyenangkan sekali berangkat saat semua orang istirahat makan siang” sindir Darren. Tidak kalah Rio pun ikut menimpali “Iya... Menyenangkan sekali melihat karyawan menyuruh Bossnya untuk bekerja”
Dhanni yang disindir hanya memutar mata bosan. Memang disini dialah yang paling 'dewasa' diantara mereka sehingga malah Dhanni yang mengatur semuanya bukan Rio
“Berhenti protes dan cepat duduk” ujar Dhanni. Rio mendengus dan duduk di kursinya
“Beberapa hari yang lalu, polisi meminta bantuan kita untuk menangkap pengedar narkoba. Mereka sudah menyerah karena tak kunjung menemukan pelakunya. Kabar yang beredar dia adalah seorang Mahasiswa tapi setelah diselidiki mereka tidak menemukan apapun”
Rio menaruh kakinya diatas meja layaknya seorang bos besar. Sambil menguap ia berkata “Mereka melewatkannya bukan tidak menemukan apapun. Bodoh! ”
“Bisakah kau dengarkan Aku dulu? ” ujar Dhanni dengan suara dalam. Rio mengangkat tangan tanda tidak akan menyela lagi
“Mereka bilang, besar kemungkinan dia dibawah lindungan Marcus jadi sangat sulit menemukannya. Maka dari itu mereka meminta bantuan kita”
“Jika itu berkaitan dengan Marcus berarti ini bukan masalah sepeleh. Pantas mereka 'menumbalkan' kita” sindir Darren. Marcus akan membunuh siapapun yang menghalangi jalannya, dia menjadi borunan selama lebih dari sepuluh tahun. Nichole tampak acuh dan lebih memilih bermain game di ponsel miliknya. Sebagai Informasi kalau dia adalah seorang pro-player dan maniak game
“Jadi apa rencanamu? Jangan bertele-tele. Aku punya janji” ujar Rio kesal karena sampai detik ini, Dhanni belum memberitahu apa tugasnya
“Kencan dengan tempat tidur sampai malam? ” ujar Darren menaik turunkan alisnya
pletak
Rio memukul kepala Darren “Aku bos mu. Sopanlah sedikit”
“Kita lanjutkan. Kau akan masuk ke kampus itu dan berpura-pura sebagai mahasiswa untuk menyelidikinya” ujar Dhanni. Rio menurunkan kakinya hendak protes “Kenapa harus aku?”
“Darren tidak akan bisa, dia sering lalai apalagi Nichole yang terus saja bermain game sedangkan Aku, sibuk mengurus tumpukan berkas tiada habis disana”ujar Dhanni menunjuk meja kerjanya. Masuk akal juga tapi kenapa dia harus menjadi mahasiswa? Kenapa tidak dosen saja? Ayolah... Dia terlalu tua untuk menjadi mahasiswa
“Bagaimana kalau aku jadi dosen saja”
“Dosen sangat sibuk. Kau tidak akan bisa menyelidiki jika seperti itu. Jika kau jadi mahasiswa peluangmu juga lebih besar ketimbang menjadi Dosen karena kau dekat dengan pelaku”
****
Gamachi Enterprise adalah sebuah perusahaan game ternama dunia dengan pendapatan lebih dari $140milliar pertahun
Sebuah perusahaan yang memiliki sekitar kurang lebih seribu karyawan, tidak termasuk tukang bersih-bersih dan lainnya
Salah satunya adalah Johnny Alexander. Seorang maniak juga pencipta berbagai game ternama. Johnny bagai jantung dari perusahaan ini karena setiap game yang ia ciptakan selalu menjadi tren di kalangan gamer
Walau gamenya selalu laris di pasaran tetapi tidak ada siapapun yang tahu siapa penciptanya. Google bahkan tidak bisa memberikan informasi apapun mengenai Johnny. Hanya beberapa karyawan yang memang sudah bekerja lama di Gamachi Enteriprise saja yang tau siapa dirinya. Selebihnya, mungkin mereka menganggap ia karyawan biasa
Karena satu dan lain alasan Johnny menyembunyikan identitasnya, hal ini juga berkaitan kenapa dia bergabung dengan Angel sekarang
Johnny berkutat serius dengan komputer di depannya, sekarang dia sedang membuat sebuah game miliknya. Ada sebuah ruangan khusus untuk dirinya dan timnya untuk membuat game
“Pak... Sebentar lagi kita ada pertemuan dengan clien. Katanya dia berencana untuk membeli salah satu game Anda” ujar salah seorang tim nya
Johnny mesih berkutat dengan komputer miliknya “Tolak saja. Game ku hanya untuk Gamachi”
“Baik pak. Akan saya sampaikan. Saya permisi dulu”
“Don...kau sudah memberikan sound untuk game yang ku kirim tempo hari? ” tanya Johnny tanpa menoleh sedikitpun
“Sudah pak”
“Kirimkan padaku. Nanti ku periksa ulang” setelah itu Johnny kembali berfokus pada komputernya. Sifat Johnny akan berubah jika dia sedang serius apalagi itu menyangkut pekerjaannya
“Baik Pak”
Konsentrasi Johnny hilang setelah ponselnya berbunyi dan nama Angel terpampang di layar ponselnya. Johnny meninggalkan aktivitas nya dan mengangkat telepon dari Angel
“Aaa.... Angel idolaku... Apa kau sudah merindukanku sampai meneleponku? ”
“Hentikan. Rasanya aku ingin memukulmu”
“Hahaha... Baiklah, Ada apa? ”
“Siang nanti kita akan bergerak” ujar Angel. Bagai tersambar petik, Johnny langsung berdiri dari duduknya. Dia kaget bukan main, apa maksud Angel dengan bergerak di siang bolong? Itu sama saja bunuh diri, apalagi mereka harus menculik juga membebaskan seorang anak
“APA? Kau bercanda? Kau mau kita semua mati hah?” ujar Johnny dengan suara lantang. Dia tidak peduli jika karyawan yang lain sampai mendengarnya, toh mereka pasti menganggap ini pertengkaran sepele
“Kau tidak perlu takut. Kau dan Wolf yang akan membebaskan Erika, biar aku sendiri yang menculik anak itu”
“Tapi itu sangat—”
tut...tut...tut
Angel memutuskan sambungan telepon secara sepihak, Johnny membanting ponselnya di atas meja saking kesalnya. Kemudian dia pun menghubungi Nick, berharap dia bisa membujuk Angel membatalkan rencananya
“Hey Nick. Kau tau rencana Angel kan? Hentikan dia atau kita akan tamat”
“Maaf. Tapi Saya sudah berusaha. Saya percaya pada Nona, tidak akan terjadi apa-apa”
Johnny menggeram kesal, Nick tidak bisa diharapkan. Dia langsung mematilan sambungan telepon dan melemparnya. Johnny tak habis pikir dengan Angel.
****
Bell istirahat telah berbunyi. Carlos memasukkan buku dan alat tulisnya kedalam tas dan bersiap untuk tertidur. Sebenarnya Carlos adalah anak yang pintar dan rajin hanya saja pekerjaannya yang membuat dia harus mencuri-curi waktu untuk tidur. Lagipula Carlos type orang yang jarang bersosialisasi, jadi kalaupu ia tidak tidur, ia hanya bisa diam saja dibangkunya
Carlos menelungkupkan kepalanya diatas meja. Samar-samar dia mendegar beberapa anak sedang membicarakannya. Tak lama kemudian, Carlos mendengar suara lagkah kaki mendekat. Siapa lagi kalau bukan Michael
“Hey…apa benar kau sedang berhubugan dengan Selena?” Tanya Mike. Carlos yakin Lolita dan Grace yang menyuruh Mike menanyakan itu padanya. Carlos diam tidak menggubris ucapan Mike
Mike kesal dan menggoyangkan tangan Carlos “Hey…cepat jawab Aku, apa kau mempunyai hubungan dengan Selena?” Carlos menghela napas berat kemudian menegakkan badannya
“Jangan ganggu aku Mike” ujar Carlos dengan penekanan di setiap katanya sampai membuat Mike meneguk ludah merasa takut. Kemudian Carlos kembali menelungkupkan kepalanya diatas meja
Mike yang takut langsung diam dan kembali ke bangkunya. Dia menyerah jika Carlos sudah mengeluarkan ekspresi seperti itu
Sedangkan itu, ditempat lain. Selena sedang di serbu dengan cercaan dan pertanyaan oleh Lolita dan Grace
“Kau perempuan itu kan? Kau yang bertukar pesan dengan Carlos” Grace mencengkram kerah baju Selena. Mereka sebenarnya sahabat. Mereka mempunyai satu tujuan, yaitu menyingkirkan perempuan-perempuan yang dekat dengan Carlos karena menurut mereka Carlos adalah milik bersama, tidak ada yang boleh memilikinya secara individu. Sebab itulah Lolita dan Grace sangat marah karena sahabat mereka berkhianat
Kenapa Lolita dan Grace berpikir demikian? Padahal mereka bersahabat. Karena kejadian tadi pagi saat Selena mendapat perhatian Carlos, tentu menarik perhatian mereka, membuat mereka curiga kalau Selena dan Carlos diam diam memiliki sebuah hubungan
Bahkan kabar ini menjadi trending di grup sekolah, disertai foto dan video yang dikirim beberapa anak yang melihat kejadian itu secara live
“Apa yang kalian bicarakan? Bertukar pesan? Dengan Carlos? Kau bercanda Akh..... ” Lolita menarik rambut Selena kebelakang
“Jangan berpura-pura tidak tahu. Bagaimana mungkin Carlos bersikap seperti itu jika tidak ada apa-apa diantara kalian” ujar Lolita
“Cih... Kalian pasti hanya iri padaku kan? Karena Carlos menolongku tadi” ujar Selena dengan tatapan meremehkan. Grace dan Lolita semakin geram. Lolita lalu menyeret Selena kedepan wastafel, dia menyalakan keran dan menjelembabkan kepala Selena di bawah sana
.
.
.
Bell masuk sebentar lagi berbunyi, Lolita dan Grace masuk kelas dengan pakaian mereka yang basah. Tidak mau terkena masalah siswa yang lain hanya diam karena mereka takut melihat wajah Lolita dan Grace yang tidak mengenakkan, bahkan Michael memilih memainkan ponselnya kembali
Bell pun berbunyi, Carlos mengangkat kepalanya dari atas meja, netranya tak sengaja menangkap dua sosok dengan penampilan agak kacau. Carlos menyeringai samar, rencananya berhasil
Sebenarnya Carlos sudah tau bahwa rencananya akan berhasil mengingat dirinya dan Selena sedang menjadi topik hangat di grup chat sekolah tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. Cih... Persahabatan mereka hancur seketila hanya karena seorang lelaki, payah! Mungkin mereka tidak ada niatan bersahabat tapi hanya sekedar saling memanfaatkan
****
Angel menghentikan mobil— yang ia sewa dari suatu shorum mobil— di depan sekolah Kanak-kanak setelah sebelumnya dia ke markas dan meninggalakn pesan untuk Nick. Beberapa saat yang lalu dia keluar kampus dan bolos kelas sekarang dia sudah berdiri, menunggu targetnya keluar
Tapi sebelum itu, Angel harus menyingkirkan spir yang selalu mengantar jemput targetnya. Angel menyiapkan sebuah jarung yang telah diberi obat tidur sebelumnya
Angel berjalan mendekati sopir tersebut kemudian menyenggolnya sambil menusukkan jarum yang ada di tangannya ke badan orang itu. Angel tidak khawatir orang itu akan melihat wajahnya karena sebelum keluar dari kampus Angel sudah memakai topeng sintesis yang di buat Eagle sehingga setiap turun lapangan dia akan mempunyai wajah yang berbeda
“Akhhh...” ringis sopir itu, sebenarnya Angel sedikit tidak tega, tapi dia harus melakukannya “Ma-maaf pak... Maafkan saya, Saya tidak sengaja” ujar Angel sambil membungkukkan badannya
“Ah.. Iya tidak pa—” sopir itu pingsan sebelum menuntaskan kalimatnya, sopir itu bertumpu pada tubuh Angel. Lalu Angel kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan kunci mobil dengan cepat. Sebelum ada yang melihat, Angel membuka pintu mobil dan memasukkan sopir itu ke dalamnya, tak lupa Angel membuka jendela untuk keluar masuknya oksigen sebelum dia menutup pintu itu
Sekitar sepuluh menit setelah kejadian itu anak-anak keluar dari sekolah satu persatu. Saat target keluar dan kelihatan kebingungan, Angel segera menghampirinya
“Tuan muda, Ayo kita pulang” ujar Angel, dia membungkukkan sedikit tubuhnya menyamankan tingginya dengan anak itu. Anak itu kelihatan ketakutan
“Kau siapa?”
“Saya Angel, orang suruhan Tuan Willbert. Saya diperintahkan Tuan Willbert untuk membawa Tuan muda ke Villa”
“Kenapa tidak ke rumah saja? ” tanya anak itu. Sepertinya dia mulai percaya padanya tapi masih ada raut ketakutan yang terpancar dari wajah anak ini
“Sementara beliau tidak memperbolehkan Tuan muda untuk pulang, Saya kurang tau kenapa tapi itu yang di sampaikan Tuan Willbert” ujar Angel dengan nada ala bodyguard
“Tapi aku mau pulang”
“Maaf Tuan Muda, tapi ini perintah Tuan Willbert”
“Josh? Dimana dia? ” tanya anak ini. Dalam hati Angel menggeram kesal karena anak ini belum mempercayainya
“Beliau sakit, maka dari itu Saya disini menggantikannya” anak terdiam cukup lama kemudian menganggukkan kepalanya. “Mari Tuan muda” ujar Angel sambil menuntun anak itu, memasukkannya kedalam mobil
Angel memutari mobil dan masuk di belakang kemudi. Angel pun menjalankan mobil dan membawa anak itu ke markas baru nya
Ditengah perjalanan Angel menghubungi seseorang “Kumohon Angel jangan menggangguku. Aku tidak mau tertangkap, jika kau mau bunuh diri jangan bawa-bawa aku”
“Saya membutuhkan orang untuk menjaga Tuan muda” ujar Angel, berharap Eagle mengerti maksudnya. Angel tidak bisa berbicara terus terang karena anak ini pintar terlihat dari gelagatnya mencuri pandang lewat kaca spion seolah menyelidiki.
jika bukan karena Pengecut ini takut beraksi di sinang bolong, Angel tidak akan merubah rencananya.
“Tuan muda? Tuan muda siapa yang kau maksud? ”
“Johnny kau bodoh sekali" rutuk Angel dalam hati. Sungguh dia ingin sekali memukuk wajah Johnny sekarang
“Tuan muda keluarga Willbert. Mereka sudah membayar mahal untuk ini”
“APA? KAU BENAR-BENAR MENCULIK ANAK ITU? ” teriak Eagle kaget, gendang telinga Angel sampai berdengung. Awas saja, jika bertemu Angel akan menghabisi Eagle
“Ya. Saya akan kirimkan alamat villa Tuan Willbert”
“Baiklah. Jika hanya menjaga anak aku mau. Aku akan segera kesana”
tbc