Viola masih terbayang-bayang gerakan bibir Ricky yang menyatakan bahwa remaja itu menyukai dirinya, apalagi bibir remaja itu mendarat hangat di keningnya.
Sesampainya di dalam ruangan di mana ibu Mary di rawat, kini Viola hanya seorang diri duduk di samping gadis yang telah merawatnya sejak kecil.
"Tanpa kamu minta pun, aku tetap menjaga dan menyayangi Ibu," gumam Viola teringat pesan dari Ricky sebelum ia berangkat pergi tadi.
Di tempat lain dalam sebuah perjalanan. Edwin melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di markas utama.
Perjalanan yang cukup lama memakan waktu hingga mereka berdua kini telah sampai di markas utama. Setelah turun dari kendaraan Edwin dan Ricky langsung memasuki markas utama dan menemui kapten Indra.
Saat kedatangan Edwin dan Ricky mem