“Aku sudah mengunjungimu beberapa kali, Al. Memperingatkanmu untuk tak terlalu terlena pada dunia manusia.” Suara itu menggema pagi ini, saat Mario baru saja membuka mata. Ia tertidur dalam posisis duduk dengan wajah yang menempel pada sebelah tangannya.
Ia menegerjap beberapa kali, memastikan jika suara halus itu kembali terdengar atau hanya sekedar ilusi karena ia terlalu lelah bekerja dan urang istirahat. Beberapa detik ia diam, sampai menahan napasnya, tak ada suara itu. Berarti itu hanya sebuah ilusi karena kelelahan.
“Kurang dari semenit aku kembali ke wujud asli, ternyata memang sangat melelahkan.” Ia bergumam sendiri dengan suara pelan dan rendah, nyaris berbisik karena suaranya yang masih serak baru saja banun tidur.
Tok, tok, tok!
“Masuklah!” seru Mario dari dalam.
Matanya m