“Siapa kau sebenarnya, anak muda?” Joana yang tadinya berniat untuk mengabaikan Aden, sekarang urung dan berbalik, ia berdiri tegak,sedikit dagunya diangkat karena ingin mendominasi situasi ini.
“Kau tahu, Nona. Aku bukanlah seseorang yang penting. Namun aku akan bersedia membantumu jika kau bisa membantuku untuk emngambil kembali seseorang yang pernah kutinggalkan dulu.” Alden sama seali tak mengurangi nada pongahnya ketika berhadapan dengan Joana yang asli.
Joana mengkerutkan kening dan memejamkan mata, kepalanya sedikit dimiringkan ke kanan,kembali memikirkan ucapan Alden tadi.
“Aku tau banyak rahasia yang bahkan tak kau ketahui di sini, Nona. Ah, aku elbih suka memanggilmu Joana saja karena memang itu namamu, bukan?” Alden maju dua langkah, kedua tangannya diselipkan ke dalam saku c