Pertemuan Alvian dengan seorang utusan salah satu orang penting di Kerajaan Banjarian sepertinya mendapat angin segar. Tak masalah baginya tak menerima keputusan akhir dari Zarek kemarin. Hari ini, pertemuannya dengan Tiavolo justru membawa angin segar.
''Kita mencapai kata 'sepakat'?'' tanya Alvian memastikan. Binar dari matanya terlihat sepeti anak anjing yang ditawari sepotong daging oleh majikannya.
Tiavolo yang memang tak jauh beda dari Tahoi, selalu berwajah dingin, tak memberikan tanggapan yang sama untuk keduakalinya. Ia sebenarnya muak pada manusia penjilat seperi Alvian. Selain penjilat, baginya Alvian sangat aneh, memiliki obsesi yang keterlaluan. Seperti yang dimintanya sekarang, pria tua itu berjanji akan memberikan 'tempat' bagi Suku Pedalaman jika Tiavolo berhasil menemuka