“Baumu benar-benar membuatku muak, Zarek!” Suara berat dan berwibawa menggema di rungan kecil itu hanya dengan nada rendah.
Zarek takut? Sama sekali tidak.
Jendral Zarek sudah lama mengetahui sosok Mario yang sebenarnya karena ia adalah orang yang mengutus Zyan menjadi salah satu anaggota tim yang mengantarkan Mickey ke pengasingan belasan tahun silam.
“Kau merasa di atas angin karena Mickey memilihmu?” cemooh Zarek.
Mario melepaskan genggaman tanganny pda baju Zarek dan kembali ke wujud Mario. Ia tersenyum miring, sama sekali takkan terpancing lagi dengan permainan kata-kata Jendral itu. Ia tahu jika Zarek adaah seorang ahli perang, ahli dalam menyusun strategi bahkan di keadaan terdesak sekalipun. Tentu ia juga jago dalam bermain kata-kata.
“Kau harus belajar untuk tak sembarangan b