Agnes membaca pesan dari grup STONE dengan perasaan bimbang. Disana tertera info jika weekend seperti ini, mereka selalu mengadakan kumpul di markas untuk mempererat tali persaudaraan.
Tak mau terlalu larut dalam pikirannya sendiri, Agnes memutuskan untuk berganti pakaian. Setelah ini, Agnes akan menuju suatu tempat karena ingin melakukan sesuatu.
“Semoga ini yang terbaik,” gumam Agnes kemudian melangkah keluar dari rumah.
Membutuhkan waktu 15 menit menggunakan ojek motor, kini Agnes sudah tiba di sebuah cafe. Kakinya melangkah cepat menuju seseorang yang berdiri di balik meja kasir. Sayangnya dari arah berlawanan, Agnes tidak menyadari ada seseorang yang juga melangkah terburu-buru hingga akhirnya tabrakan tidak terelakkan lagi.
Brak!
“Ma—maaf saya tidak sengaja.” Buru-buru Agnes me