Seluruh pasang mata yang ada di ruangan menatap ke arah pintu saat benda berbentuk persegi panjang itu terbuka. Disana, Agnes masuk dengan basah kuyup karena kehujanan. Entah nasib sial apalagi yang akan didapatkan gadis itu setelah ini terlebih ketika melihat tatapan tajam yang diberikan Jesslyn untuknya.
“Maaf aku terlambat karena ojeknya mogok,” ucap Agnes berjalan perlahan menuju salah satu kursi.
“Alasan aja lo!” hardik Jesslyn menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Agnes.
Agnes menanggapi ucapan Jesslyn dengan senyuman tipis kemudian beralih menatap Landra. “Untuk apa kamu minta aku dan Jesslyn ke markas, Landra? Bukankah aku sudah bilang sama kamu sejak seminggu lalu, Alun?” Kini Agnes menatap Alun, meminta jawaban.
“Sorry, bukan ranah gue buat ngomong sama Landra,” jawab Alun