Rumah Jhony sangat luas. Beruntungnya, Agatha sudah mengetahui seluk-beluk rumah ini dan masih diingat dalam otaknya. Suasana untuk lantai tiga di rumah Jhony sangat sepi. Hanya ada sesekali orang yang melewati lorong lantai tiga.
Lantai tiga hanya untuk orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk. Lantai ini sangat privasi karena ada empat kamar, satu kamar yang ditempati orang tua Jhony, kamar Jhony, kamar yang ditinggali oleh Agatha dan satu lagi kosong. Selain itu, ada ruang olahraga, ruang makan dan dapur yang tersedia.
Lorong yang panjang dan bercat biru muda ini menarik perhatian Agatha. Dia memberhentikan langkahnya, melihat sebuah lukisan yang abstrak. Dia memundurkan langkahnya agar lukisan abstrak tersebut dapat dilihat dengan jelas.
"Apa yang kau lakukan?" Suara itu membu