"Bagaimana?" tanya Agatha. Wanita itu menatap penuh rasa takut di dalam hatinya. Mereka kini dibawah sinar kuning dari lampu, di ruang makan di mana mereka duduk berhadapan, menikmati tauco yang tampak sudah tersaji di atas piring putih berbentuk oval.
Fokus Jhony yang sedari tadi terus tertuju ke arah makanan, kini langsung teralihkan, dia melihat ke arah Agatha yang kini tamoak tengah menunggu jawaban darinya. Lantas, dua pun menaruh garpu dan juga pisau di atas piring, lalu mulai meletakkan kedua sikunya di atas meja makan.
"Kau boleh bekerja, tapi aku harap, kau tak kembali lagi ke dalam dunia hiburan yang sangat kelam itu."
Keputusan Jhony benar-benar membuat hati Agatha lega sekali, meski ada rasa lain di sisi hatinya setelah mendengar larangan untuk masuk dunia hiburan lagi.