Besoknya fia dan rico berjalan menuju satu ruang khusus dimana mereka bertemu dengan nale. fia menatap tajam nale dengan tatapan kebencian,nale tertawa menatap mereka berdua. Nale berteriak apakah puas fia dan rico telah merampas nyawa amadia untuk membayar nyawa alana,ridak cukupkah penderitaannya dipenjara untuk menebus itu semua. Nale menangis karena ia kehilangan amadia,fia membalas jika Tuhan sudah menyiapkan jalan takdirnya sendiri yang jauh lebih indah dan rapi.
Fia sudah memaafkan amadia jauh sebelum kepergiaannya,ia bahkan bertemu dengan amadia sewaktu dirinya kritis , mereka sudah saling tersenyum satu sama lain. rico lalu menanyakan alasannya tega membunuuh alana untuk amadia mendapat tempat alana,nale hanya tertawa ia sangat puas bisa menyaksikan alana sakit perlahan saat ia m