Drap drap drap ...
suara langkah Alana yang sedang berlari kecil menuju rumah dengan sepatu coklat dan setelan bluse putih yang ia kenakan sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih, Alana merupakam mahasiswi kedokteran semester akhir, Alana memang merupakan gadis cantik dan pintar yang dapat menarik banyak perhatian dari semua kalangan, matanya yang kecoklatan pun nampak jelas dibalik kacamata bulat emas yang selalu ia pakai, penampilannya selalu terlihat cantik dan sopan walau dengan rambut ikal coklat yang kerap kali terurai.
Tingg..
suara sensor pintu rumah yang menandakan Alana sedang berjalan mendekati pintu yang kini sedang terbuka, langkah Alana dengan spontan terhenti seketika melihat keluarganya yang sedang duduk di ruang tamu menatap Alana dengan tatapan tajam,
“Alana, duduk kemari” ucap Diandra ibu Angkat Alana
“Ada ini apa ibu?” Tanya Alana menatap lirih Diandra,
“Alana anak yang baik, minggu depan Alana akan menikah dengan Pak Roy, investor utama di perusahaan kita”
Alana terbelalak sambil menatap Surya yang tisak lain adalah ayah angkatnya dengan tatapan penuh tanya
“Ayah, ini apa? Alana kan masih kuliah”
Brak.. Surya memukul meja sembari berdiri
“Pokoknya minggu depan kamu harus menikah dengan Pak Roy tidak ada tawaran lagi!!! Ayo pergi tinggalkan dia sendiri” tegas Surya dan meninggalkannya sambil menggandeng sang istri.
Alana tersimpuh dilantai sambil menangis, bagaimana bisa dia menikah dengan orang yang tidak ia kenal dalam seminggu
“kamu pikir, kita memungut kamu hanya untuk menjadi tuan putri cantik hah?” Ucap Kevin sambil menganggat dagu Alana kemudian mendorongnya sebelum meninggalkan Alana yang tersimpuh sambil terisak.
****
“Lan, ini bagus gak?” Tanya Siska sahabat alana sambil mempregakan dirinya bak model dengan baju yang baru ia coba di fitting room sebuah mall yang mereka kunjungi setelah mata kuliah usai.
“Bagus kok langsung beli gih” jawab alana singkat sambil kembali membaca e-book yang berisi mata kuliah di handphone nya.
“Okedeh” jawab Siska sambil membayar di meja kasir.
Alana yang bosan menunggu Siska pun berjalan keluar hendak ke kamar mandi.
Bruk ….
Prang ….
Terdengar suara pecahan layar handphone Alana beberapa saat setelah badannya bertabrakan dengan seorang pria tinggi berkulit putih dengan matanya yang ke abuan khas orang Belanda.
“Oh sorry..” ucap Alana yang langsung memunguti handphone dan pecahannya yang tersisa
Krakk… krak.. krak…
Suara kaki yang dengan sengaja menginjak handphone Alana hingga benar-benar hancur..
Alana mendangak dan menatapnya dengan wajah bingung
“Maksud anda apa??” Tanya Alana dengan setengah kesal
“Maksud? Maksud dari wanita yang dengan sengaja menabrak dan menjatuhkan handphonenya ini apa? Modus rayuan baru?? Saya pikir akan lebih mudah membayarmu dengan beberapa handohone setelah bersenang-sengang bukan?” Sambut pria itu menunduk sambil mengendus ujung rambut Alana.
“Gila lu ya!!” ucap Alana menampar lelaki tersebut dan mendorongnya sebelum dia lari terbirit dengan membawa tas jinjingnya.
“Apes baanget sih ketemu orang gila” ucap Alana dalam hati
Drap Drap Drap ..
Suara langkah kaki beberapa pria mendekat
“Tuan Roy, anda baik-baik saya?”
Sontak pria bernama Roy itu mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja, Roy tersenyum kecil sambil memegang assesories bunga putih yang ia ambil di pecahan handphone Alana
“Kelinci nakal”
Ucapnya dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya.