Clare
“Hai, Denise. Sori ganggu waktu kamu. Aku baru aja sampai di parkiran,” ujarku sambil menutup pintu mobil dan menguncinya. “Cuma mau mastiin aja. Tempat castingnya ada di lantai dua kan?” sambil menengadahkan kepala, aku menunggu jawaban dari Denise. Pandanganku terpaku pada gedung berlantai empat yang berdiri di hadapanku.
“Yapp! Bener banget. Ada di lantai dua. Dari lift belok kanan. Pintu paling ujung ya…” ujar Denise cepat. Kepalaku mengangguk.
“Oke, aku langsung bergerak ke sana kalo gitu,” sahutku sambil mulai melangkah.
“Kamu nggak bakal tersesat kok. Karena sekarang udah banyak orang yang antri buat casting. Ini malah pada berjejer di depan pintu. Dari sekitaran lift pasti udah keliatan,” senyum kecilku terulas mendengar ucapan menenangkan Denise.
“Baik, makasih, Denise.