Bukan cuma kali ini aja Nara bilang sayang. Divi nggak ngitungin, tapi yang jelas Nara juga nggak sesering itu bilang sayang. Apa nunggu suasana mendukung—maksudnya, nunggu mereka berduaan dulu gini—baru ngomong sayang. Nggak juga. Kayaknya emang Nara ngomong gitu waktu dia ngerasa ada sesuatu yang mendorongnya untuk bilang sayang.
"Gue juga, sayang lo." Jawab Divi kalem.
Yang direspon nggak kalem sama Nara.
"Apasih, nggak usah nyengir-nyengir gigi lo kuning."
"Enak aja." Nara nyengir. "Jadi pacaran nih?"
"Gue tanya, gue tuh penasaran, tujuan pacaran tuh apa sih?"
"Ya biar kita terikat. Lo puas sayang-sayangin gue di depan publik, begitu juga sebaliknya." Nara garuk-garuk kepala. "Yah, kayak gitu kali ya. Gue nggak tahu. Tapi dengan pacaran, gue bisa dengan mudah jagain lo tanpa di