Sayda terduduk di pinggiran ranjang dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Sayang..."
" Aku nggak apa-apa Bang. Kamu temui Ben aja di ruang kerjanya, sertinya ada hal serius yang dia ingin bicarakan dengan kamu. "
" Itu bisa dibicarakan nanti. Saat ini yang terpenting adalah kamu dulu prioritasku. "
" Kamu pergilah aku ingin sendiri." Abisatya mematung selama beberapa saat. Sayda berusaha menghindari dari tatapannya. Abisatya gelisah melihat perangai istrinya itu.
" Oke, aku keluar dulu ya, nanti aku balik lagi. " Abisatya mencium puncak kepala Sayda yang hanya menanggapinya dengan dingin.
Sayda menarik nafas panjang begitu pintu ditutup Abisatya. Dia membaringkan tubuhnya terlantang di atas ranjang. Matanya nanar menatap chandelier yang tergantung pada langit-langit