Chang Kyun meninggalkan ruangan di mana Kihyeon dirawat. Alih-alih membiarkan Kihyeon berbaur dengan pasien lainnya, Chang Kyun menempatkan pemuda di itu di ruangan berbeda. Tak begitu sulit melakukannya karena Chang Kyun bekerja di klinik.
Melihat keberadaan Chang Kyun, Hoseok dan Hyung Won mendekat.
Hoseok menegur, "bagaimana keadaannya?"
"Kak Hwang akan baik-baik saja." Chang Kyun balik bertanya, "siapa yang melakukannya?"
Hoseok terlihat bingung, memandang keduanya dengan tatappan bertanya. "Ada apa ini? Bagaimana Kihyeon bisa terluka?"
"Seseorang telah menusuknya," sahut Chang Kyun yang tentu saja membuat Hoseok sangat terkejut hingga pandangan keduanya lantas menghakimi Hyung Won.
"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan hal itu pada Kihyeon?" tanya Hoseok.
Tanpa mengalihkan pandangannya Hyung Won memberikan jawaban. "Dia sudah seperti itu saat aku datang."
Chang Kyun tak memberikan reaksi, namun garis wajah pemuda itu terlihat jelas tengah meragukan pengakuan Hyung Won.
Hyung Won tak sepenuhnya berbohong, namun juga tak sepenuhnya mengatakan kejujuran. Benar saat Hyung Won datang Kihyeon sudah terluka, namun Hyung Won juga tahu siapa yang melakukan hal itu pada Kihyeon. Sebelumnya HYeung Won mendengar pengakuan Seo Hye, namun ia tak mendapatkan jawaban kenapa pisau itu bisa berada di tangan Seo Hye. Dan karena hal itu pula Hyung Won mengantarkan Seo Hye pulang agar gadis itu bisa menenangkan diri.
Chang Kyun kemudian berkata, "Kak Hwang membutuhkan istirahat. Kalian bisa pulang, aku yang akan mengurusnya di sini."
Hoseok memandang Hyung Won, merasa suasana di sana sedikit canggung. Dia kemudian berkata, "aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku di sini. Jika Kihyeon sudah bangun, kabari aku."
Hoseok kemudian pergi, menyisakan kedua orang yang saling bertatap muka di sana. Sikap Hyung Won menegaskan bahwa dia menentang ucapan Chang Kyun.
Chang Kyun kemudian berkata, "sebaiknya jangan beritahukan dulu pada yang lain, Kak Jang bisa pergi sekarang."
"Aku akan menunggu," sahut Hyung Won. "Ada hal yang harus aku tanyakan pada Kak Hwang."
Chang Kyun tampak mempertimbangkan sesuatu sebelum meninggalkan tempat itu, sementara Hyung Won bergegas memasuki ruang rawat Kihyeon.
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL
Sekitar satu jam Hyung Won berada di sana dan Kihyeon tersadar. Mencoba mengumpulkan kesadarannya, ekor mata Kihyeon menangkap sosok Hyung Won yang berdiri di dekat jendela.
Kihyeon bangkit sembari satu tangan memegangi bagian perutnya yang terluka, dan pergerakan kecilnya itu berhasil mengusik lamunan Hyung Won.
Hyung Won menoleh, dan ketika mendapati Kihyeon memandangnya, pemuda itu berjalan menghampiri Kihyeon. Menarik sebuah kursi dan mendudukinya tanpa ada niatan untuk menunjukkan perhatiannya pada Kihyeon.
"Di mana Seo Hye?" tegur Kihyeon.
"Kenapa dia melakukannya?" balas Hyung Won.
Kihyeon terdiam. Dengan cepat ia memahami ucapan Hyung Won. "Siapa saja yang tahu masalah ini?"
"Hanya aku, mungkin."
"Kalau begitu lupakan saja. Aku terluka karena berkelahi dengan pencuri."
Kihyeon memutuskan untuk merahasiakan insiden yang baru saja ia alami dan tampaknya Hyung Won tak merasa keberatan dengan hal itu karena yang ia butuhkan saat ini adalah sebuah jawaban.
"Kak Hwang belum menjawab pertanyaanku. Kenapa dia melakukannya?"
"Kau berpikir bahwa dia benar-benar akan melakukan ini padaku?"
Hyung Won diam ketika Kihyeon balik bertanya. Secara nalar, Seo Hye memang tidak mungkin melakukan hal itu pada Kihyeon. Dan untuk itulah Hyung Won membutuhkan alasan yang kuat kenapa Seo Hye bisa sampai menikam Kihyeon.
Kihyeon kemudian berkata, "bukan aku. Dia ingin menikam orang lain saat aku datang mengejutkannya."
"Siapa? Orang itu?"
"Bisakah aku meminta bantuanmu?"
Hyung Won menatap ragu tanpa ada keinginan untuk menyahut. Namun Kihyeon menganggap hal itu sebagai sebuah persetujuan.
"Cari tahu siapa nama perwira yang berkunjung ke Kantor Kepala Distrik hai ini."
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL
Chang Kyun melihat Hyung Won meninggalkan klinik, ia pun bergegas menuju ruang rawat Kihyeon. Namun saat memasuki ruang rawat Kihyeon, langkah Chang Kyun terhenti ketika tak ia dapati siapapun di dalam ruangan itu. Chang Kyun memandang sekeliling sebelum meninggalkan ruangan itu. Berinisiatif untuk mencari Kihyeon.
Tak berpikir bahwa Kihyeon masih berada di tempat itu, Chang Kyun pergi begitu saja. Menjadikan rumah sebagai tempat tujuannya. Dan benar dugaannya, tak begitu jauh dari klinik, Chang Kyun menemukan Kihyeon yang berjalan seorang diri.
Dilihat dari postur tubuh Kihyeon saat berjalan, Chang Kyun yakin bahwa Kihyeon memaksakan diri untuk berjalan sejauh itu dengan keadaan seperti saat ini.
Chang Kyun bergegas menyusul Kihyeon dan memberikan teguran ketika jarak keduanya sudah dekat.
"Ke mana Kak Hwang ingin pergi?"
langkah Kihyeon terhenti dan pandangannya segera menemukan sosok Chang Kyun yang telah berdiri di sampingnya.
Kihyeon tersenyum tipis. "Aku pikir kau sudah pulang."
"Aku akan mengantar Kak Hwang kembali ke klinik."
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil."
"Lukanya cukup dalam. Untuk berjaga-jaga kembalilah ke klinik."
Kihyeon kembali tersenyum. "Aku merasa baik-baik saja dengan luka ini. Jika aku menetap di sana, aku hanya akan menarik perhatian banyak orang."
Chang Kyun mengalihkan pandangannya sebelum berjongkok di hadapan Kihyeon. "Aku akan mengantar Kak Hwang pulang."
Kihyeon menghela napas lembut sebelum naik ke punggung Chang Kyun, membiarkan pemuda itu menunjukkan kesetiannya padanya.
Dalam perjalanan Kihyeon memulai pembicaraan. "Aku terluka saat ingin menangkap pencuri."
Chang Kyun tak merespon meski ia mendengar dengan jelas pernyataan Kihyeon.
Kihyeon menegur, "kau tidak percaya padaku?"
Chang Kyun kemudian menyahut, "aku tidak pernah meragukan Kak Hwang."
Tersenyum, Kihyeon bersyukur masih memiliki Shin Chang Kyun di sisinya sehingga ia tak merasa sendirian di dunia kelam tempat ia bernapas hingga detik ini.
"Ada hal yang ingin aku katakan padamu." Kihyeon diam untuk menunggu respon dari Chang Kyun, namun sayangnya penantian Kihyeon sia-sia ketika Chang Kyun tak memberikan respon atas ucapannya barusan.
Kihyeon berucap, "tapi aku pikir waktunya tidak tepat untuk mengatakannya. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya."
"Aku akan menunggu," celetuk Chang Kyun.
"Kau tidak penasaran?"
"Aku hanya perlu menunggu. Seperti yang Kak Hwang katakan."
Mendengar respon Chang Kyun, seulas senyum simpul melukis wajah Kihyeon. Dan langit yang perlahan mulai menggelap berhasil menyamarkan keberadaan mereka. Mengantarkan mereka ke tempat yang paling aman untuk mereka saat ini.
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL
Kihyeon mendatangi Seo Hye di rumah gadis itu. Dan hal pertama yang Kihyeon dapati setelah berhadapan dengan Seo Hye adalah penyesalan di wajah gadis itu. Dengan seulas senyum Kihyeon membawa Seo Hye ke dalam pelukannya.
"Ini bukan salahmu, aku mengerti maksudmu. Aku lah yang ceroboh."
Seo Hye menangis. Karena telah dibutakan oleh kemarahan, pada akhirnya dia harus menyakiti orang yang paling berharga dalam hidupnya saat ini. Dan ketika sudah cukup tenang, keduanya duduk berhadapan di ruang tamu dengan satu tangan Kihyeon yang menggenggam satu tangan Seo Hye.
Kihyeon berkata, "aku baik-baik saja, luka sekecil ini tidak akan membuatku menangis."
Kalimat candaan yang bahkan tak bisa menenangkan hati Seo Hye. Namun bagi Kihyeon yang terpenting sekarang bukanlah perasaan Seo Hye, melainkan alasan kenapa Seo Hye pergi ke Kantor Kepala Distrik dengan membawa pisau.
Dengan seulas senyum tipis yang bertahan di sudut bibirnya, Kihyeon berbicara pada Seo Hye dengan nada yang lembut. "Siapa yang sudah kau lihat?"
Seo Hye menatap ragu sebelum berpaling, sebuah reaksi yang menegaskan bahwa tidak bisa menghindari tuduhan Kihyeon.
"Aku akan bertanya sekali lagi. Orang itu ... apa kau datang untuk orang itu?"
Seo Hye tak merespon.
Kihyeon bertanya untuk kali ke tiga. "Kau mengenalnya? Kau pernah melihatnya di suatu tempat?"
Seo Hye kemudian memberanikan diri untuk memandang Kihyeon. "Kau pernah bertanya apakah aku akan mengenali orang yang telah membunuh orang tuaku jika suatu saat nanti aku melihatnya lagi."
Sebelah alis Kihyeon terangkat. Tak perlu penjelasan lain, hanya dengan ucapan Seo Hye itu Kihyeon berani memastikan siapakah yang telah dilihat oleh gadis itu.
"Apa yang ingin kau katakan?"
"Orang itu ... dia lah yang sudah membunuh orang tuaku."
Sesuatu yang cukup mengejutkan, namun Kihyeon tetap bersikap tenang meski bahasa tubuhnya sedikit berbeda dari sebelumnya.
"Orang itu ... kau yakin bahwa orang itu yang kau lihat malam itu?"
Seo Hye mengangguk. "Aku pernah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan pernah melupakan wajah orang yang telah membunuh orang tuaku."
Kihyeon memalingkan wajahnya. Kala itu, dalam diam, tanpa sepengetahuan Seo Hye seulas senyum tak percaya tersungging di sudut bibir Kihyeon. Pada kenyataannya kutukan yang pernah dibuat oleh Kihyeon masih berlaku saat ini.
Siapa yang memanggil namanya, akan segera menemui kematian. Dan sayangnya Shin Seung Ok telah memanggil nama Kihyeon tepat di hadapan pemuda itu. Bayangan jelas akan wajah pria itu tak mudah untuk menghilang dalam ingatan Kihyeon.
Akankah Hwang Kihyeon kembali membuat skandal yang sama di musim dingin sekali lagi?
DISTRICT 9 : FLOWER OF EVIL