Damian membuka matanya perlahan. Saat ini yang bisa dia lihat hanya warna putih di sekitarnya. Damian pun mulai bertanya-tanya apakah saat ini dia sudah ada di alam baka? Saat dia berusaha ingin menegakkan tubuhnya ada tangan besar yang menghalangi.
“Sebaiknya kau tidak bangun. Tubuhmu terlalu ringkih saat ini. Empat tulang rusukmu patah. Dan kau mengalami gegar otak ringan.” Ucap Reihan yang sedari tadi duduk di samping ranjang Damian.
Damian memperhatikan Reihan dengan seksama. Ini kali pertamanya melihat Reihan. Wajah mereka sedikit mirip. Tinggi badan mereka pun nyaris sama, yang berbeda hanya otot-otot yang ada di lengan tangan Reihan dan lengan tangannya. Damian terlihat sedikit lebih kurus dari Reihan.
“Kau siapa?” Tanya Damian parau.
“Aku? Kau tidak tahu tentang aku? Bukankah P