Begitu jauh mereka berlari, menapaki jalanan tak rata tanpa mempedulikan kakinya yang sakit memijak bebatuan. Mereka kini tinggal berenam, setelah salah satu temannya mengalami nasib buruk dan berujung kematian tragis.
"Stop! Gue capek!" Sammy menghentikan langkahnya, seraya membungkuk dan memegang lututnya. Ia mengatur napasnya yang hampir habis itu.
"Kalau kita tetap berdiam, bagaimana jika sosok tadi mengikuti kita?" Jay tampak memprotes. Padahal, ia sendiri juga kelelahan dan napasnya tiada henti memburu.
Sammy menegakkan tubuhnya dan menanggapi perkataan Jay dengan marah. "Oh, ya? Yang membuat semua ini terjadi siapa? Ini semua rencana bulshit kalian, kan? Kalian semua yang melakukan ritual omong kosong itu. Dan sekarang, kita menjadi terdampar di sini bagai kapal tanpa awak!" sung