Annie membuka matanya. Ia menoleh ke arah iblis itu yang masih tersimpuh. Lantas, ia melangkah, memegangi kaki kanannya yang patah. Gadis itu berjalan pincang ke arah pintu keluar. Dibukalah pintu tersebut. Cahaya bening mulai memancar ke tubuhnya.
Annie melihat di luar sana begitu indah. Alam tampak hijau nan segar. Langit begitu cerah dan angin sangat segar terhirup oleh hidungnya. Ia tersenyum begitu melihat kupu-kupu yang mengerumuni dandelion. Juga burung-burung yang beterbangan menyentuh awan.
Gadis itu mulai melangkah, berjalan pincang ke arah tiga mobil yang terparkir di pinggir jalan. Di perjalanan ia melihat arwah teman-temannya yang tersenyum ke arahnya dan mereka saling melambaikan tangan. Semua wajah teman-temannya itu begitu bersinar. Di sebelah kanannya ada Jay, Maya, V