Alena mencoba menghindari tatapan pria itu. Ia tahu siapa Kevin, anak dari keluarga yang sudah lama berseberangan dengan keluarganya. Hubungan keduanya adalah larangan yang jelas. Namun mengapa detak jantungnya terasa kacau karena tatapan sepasang mata Kevin?
Kevin pun meraskan hal yang sama. Pergulatan batin muncul, ia harus menjauh, tapi kakinya enggan bergerak dan matanya tetap terpaku pada Alena. "Ya Tuhan, perasaan apa ini?" batin Kevin.
Tatapan mata Kevin kepada Alena semakin lama semakin intens, membuat jantung berdegup kencang semakin tidak karuan. "Tuhan,perasaan apa ini? tatapan matanya membuat jantungku berguncang tidak karuan" batin Alena. Ia berusaha menutupi perasaannya karena kedua orangtuanya berada disampingnya dan sesekali memperhatikannya.
"Al, apa kamu baik-saja?" tanya pak Bagus Wisesa, papa Alena.
Alena tersenyum "iya pa, aku baik-baik saja".
"kalau kamu merasa kurang enak badan, kamu bisa diantar pak Supri pulang duluan" kata sang papa.
"Al baik-baik aja kok pa, aku pulang bareng mama papa aja" jawab Alena meyakinkan sang papa.
"Alena kelihatan sehat-sehat aja tu mas" celetuk salah satu kerabat dengan tatapan sinis.
Tatapan yang membuat Alena tidak menyukai hadir diacara seperti ini.
"bener Al,kamu baik-baik saja?" tanya ibu Saraswati.
Alena tersenyum dan menjawab "iya ma,Al baik-baik aja kok" .
"ya sudah,kamu nikmati aja acaranya ya" ucap sang mama.
Ibu Saraswati dan pak Bagus Wisesa tidak menyadari jika Kevin menatap Alena secara intens yang membuat jantungnya mereka berdegup kencang dan salah tingkah.
Dan Alena berusaha menyembunyikan apa yang dia rasakan, karena dia tidak mau orangtuanya tahu jika dia dan Kevin saling bertatapan. Walaupun begitu, Raditya sang kakak tahu apa yang adiknya sembunyikan.
"Al, lo mau diambilin sesuatu gak?" tanya Raditnya.
"gak usah mas,ini aja cukup" jawab Alena.
"ntar kalau lo mau sesuatu bilang ke gue Al" ucap Raditnya.
Alena mengangguk dan tersenyum ke pada kakaknya. Kemudian hp Alena bergetar,ada pesan masuk dari kakaknya.
"Al, gue tahu lo salah tingkah. Dari tadi lo sama Kevin saling bertatapan. Ingat Al, disini ada mama papa dan lo jangan cari masalah".
"apa'an sih mas? siapa juga yang lihatin Kevin?" balas Alena.
"Lo gak bisa bohongin gue Al, gue dari tadi perhatiin lo berdua" ucap Raditnya.
"iya mas, jantung gue rasanya mau copot" jawab Alena sambil tarik nafas panjang, sedikit menenangkan hatinya.
"Kenapa kamu Al? seperti habis lari aja" celetuk Sari, salah satu kerabat.
"saya tidak apa-apa tante" jawab Alena.
"saya perhatikan Alena malam ini agak aneh mbak Saras" ucap Sari sinis.
"Mungkin Alena merasa kurang nyaman aja, apalagi disini dia kumpulnya sama orang-orang yang mayoritas seusia kita" jawab ibu Saraswati sambil tersenyum.
"Iya sih mbak, kalau tadi anakku ikut kesini Alena masih ada teman. Sayangnya dia lagi sibuk, jadi tidak bisa ikut" ucap Sari.
"Tadi si Tasya mau saya ajak, tapi dia lagi gak enak badan Al" ucap ibu Dewi.
"Iya tante, tadi Tasya sudah bilang kalau dia lagi demam" jawab Alena.
Selama pesta Kevin tetap intens menatap Alena dari kejauhan, Alena pun sadar akan hal itu dan membuat jantung Alena semakin tidak tenang.