“Setelah rambut Pedro mengubah penampilan Nick menjadi Putri Charlotte kembali, kalian bisa memanggilnya dengan nama asli kembali.”
Kalimat yang diucapkan Ethan di hari kemarin terlintas kembali di pikiran seorang gadis berjubah hitam yang sedang bergeming di depan pintu ruang makan. Kedua kelopak mata si gadis dipejamkan dengan cepat berkali-kali dan seakan ingin memperlihatkan kedua bola mata birunya yang indah. Tapi memperlihatkan bola matanya bukanlah motif dari gadis tersebut. Gadis itu hanya terpana mendengar nama aslinya disebut oleh laki-laki yang juga memakai jubah hitam di hadapannya.
“Aku bertanya padamu, Charlotte. Apakah kamu sudah siap untuk berteleportasi? Hanya di saat seperti ini aku harus bertanya saat akan berteleportasi karena kita tidak akan berteleportasi ke sembara