"Kamu tidak apa-apa, Putri Alice?"
Mendengar namanya dipanggil, Putri Alice langsung menghentikan lamunan tentang pertemuannya dengan tiga tamu tak diundang sekitar setengah jam yang lalu. Kedua mata Putri Alice langsung mengarah pada sosok yang sedang duduk di sampingnya. Sosok itu adalah seorang laki-laki, berambut slick back pirang dengan panjang hingga sedagu, yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya.
Setelah jeda beberapa saat, Putri Alice menurunkan bola matanya sambil menjawab, “Apakah kondisi orang itu sudah kembali normal?”
“Oh… maksudmu Kian?” Putri Alice mengangguk pelan. Sementara itu Glazio memindai para pelayan yang sibuk berlalu lalang di dalam ruang pribadinya sebelum melanjutkan, “Selama satu minggu ini ia masih beristirahat sementara ini karena fisik dan mentalny